Breaking News:

Kakek Pencabul Cucu Divonis 200 Bulan

Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah (MS) Jantho menjatuhkan hukuman maksimal berupa uqubat penjara selama 200 bulan atau 16,6 tahun kepada terdakwa RS

Editor: bakri
Kakek Pencabul Cucu Divonis 200 Bulan
FOR PROHABA
TERDAKWA RS, kakek yang merudapaksa cucu kandungnya.

KOTA JANTHO - Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah (MS) Jantho menjatuhkan hukuman maksimal berupa uqubat penjara selama 200 bulan atau 16,6 tahun kepada terdakwa RS, kakek yang merudapaksa cucu kandungnya, Senin (6/9/2021). Kakek cabul itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosan.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada Senin (6/9/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar'iyah Jantho.

Ketua Mahkamah Syar'iyah Jantho, Siti Salwa SHI MH melalui Humas, Fadhlia SSy MH, dalam rilis yang diterima ProHaba, Selasa (7/9/2021) mengatakan, vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim merupakan hukuman maksimal untuk pelaku pemerkosa sebagaimana ketentuan Pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, diancam dengan 'uqubat ta'zir cambuk 150 kali, paling banyak 200 kali atau denda paling sedikit 1.500 gram emas, paling banyak 200 bulan gram murni atau penjara paling singkat 150 bulan paling lama 200 bulan," ujar Fadhlia SSy MH.

Sembari mengutip isi Pasal 49 Qanun Nomor 6 Tahun 2014, pertimbangan Mejelis Hakim menjatuhkan uqubat maksimal karena perilaku kakek pemerkosa sudah sangat meresahkan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islam.

Disebutkan, perilaku tersebut tidak menghormati dan mendukung pelaksanaan syariat islam di Aceh. Seorang kakek yang seharusnya melindungi cucu kandungnya, malah melakukan perbuatan keji kepadanya.

"Semoga vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh Besar khususnya dan masyakarat Aceh pada umumnya, agar menjaga serta mengontrol lingkungan permainan anak, perubahan perilaku anak, dan menanamkan akhlak yang terpuji dalam pergaulan," ucapnya.

Lalu kepada orang tua yang mempunyai anak yang belum menikah, agar dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya, supaya tidak terjadi hal-hal yang dilarang dalam agama.

Sebagaimana diketahui, kasus pemerkosaan ini terjadi pada Selasa tanggal 4 Agustus dan 6 Agustus 2020, serta satu hari lainnya dalam tahun 2020 di tepi Pantai Lhoknga.

Setelah melakukan aksi bejatnya, sang kakek berpesan kepada cucunya itu "bek peugah-peugah bak ayah beh, meunyoe ditanyong le mak, pakon saket lubeng, kapeugah keunong bangku gari (jangan pernah kamu bilang kepada ayahmu, dan jika ditanyakan oleh ibumu bilang sakit kelaminmu kena bangku sepeda).

Sekadar informasi, berdasarkan sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Mahkamah Syar'iyah Jantho, Senin (6/9/2021), Mahkamah Syar'iyah Jantho menyidangkan 29 perkara, dengan klasifikasi 22 perkara perdata, dan 7 perkara jinayat, dan perkara jinayat (pidana islam) lainnya.(as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved