Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Liput Unjuk Rasa Perempuan, Taliban Tahan dan Aniaya Dua Jurnalis Afghanistan

Dua jurnalis Afghanistan yang meliput unjuk rasa hak perempuan dilaporkan ditahan dan dianiaya oleh Taliban.

Editor: IKL
AFP/-
Perempuan Afghanistan membawa poster saat ikut dalam protes di Herat pada 2 September 2021. Para perempuan Afghanistan yang mengadakan protes langka pada 2 September mengatakan mereka bersedia menerima burqa yang mencakup semua jika putri mereka masih bisa pergi ke sekolah di bawah pemerintahan Taliban. AFP/STR 

PROHABA.CO, KABUL - Dua jurnalis Afghanistan yang meliput unjuk rasa hak perempuan dilaporkan ditahan dan dianiaya oleh Taliban.

Jurnals dari Media Etilaat-e Roz, Taqi Daryabi dan Nemat Naqdi, ditahan dan diserang pada Selasa (7/9/2021).

Kala itu mereka tengah meliput unjuk rasa para perempuan Afghanistan di Kabul.

Unjuk rasa itu meminta agar Taliban menghentikan pelanggaran terhadap hak perempuan.

Dikutip dari Sky News, Taliban menciduk dua jurnalis itu ke markas polisi dan menempatkan mereka di ruangan yang berbeda.

Setelah itu mereka dipukuli dengan kabel. Keduanya kemudian dibebaskan Rabu (8/9/2021).

Mereka pun kemudian menerima perawatan medis dari rumah sakit karena cedera di wajah dan punggungnya.

“Dua kolega saya ditahan oleh Taliban dan dipukuli selama empat jam,” kata Pemimpin Redaksi Etilaat-e Roz, Zaki Daryabi.

“Di bawah penyiksaan yang brutal dan terus menerus dari Taliban, para reporter itu empat kali kehilangan kesadaran,” ujarnya.

Zaki pun menegaskan bahwa insiden yang menimpa kedua rekannya tersebut tak bisa diterima.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved