Breaking News:

Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Dituntut 3 Tahun Penjara

Aktivis dan petinggi Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI)Jumhur Hidayat dituntut tiga tauhn penjara dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong..

Editor: Muliadi Gani
KOLASE/SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi Hoax 

PROHABA.CO, JAKARTA - Aktivis dan petinggi Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat dituntut tiga tauhn penjara dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Jaksa penuntut umum (JPU) yakin jumhur bersalah dalam kasus ini.

Dalam tuntutannya, jaksa Puji Triasmoro dari Kejaksaan Agung beranggapan Jumhur melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Kami berkesimpulan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong dengan sengaja dan menerbitkan keonaran sebagaimana yang telah didakwakan,” kata Puji Triasmoro sebelum membacakan tuntutannya saat sidang di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Pihak Jumhur Hidayat Hadirkan Faisal Basri sebagai Ahli Hukuman itu, kata dia, akan dikurangi masa penangkapan dan penahanan Jumhur selama di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta.

Jaksa juga meminta majelis hakim membebani biaya perkara Rp 5.000 kepada Jumhur.

Jaksa Puji mengatakan, pihaknya akan mengembalikan sejumlah barang milik Jumhur, yaitu satu unit telepon genggam, satu unit tablet, serta barang-barang lainnya, seperti spanduk, kemeja, dan topi.

Tuntutan itu, kata jaksa, berdasarkan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan.

Baca juga: Hoaks Lebih Laku Ketimbang Berita di Facebook

Baca juga: Kapolres Minta Masyarakat Tak Termakan Hoaks, Terkait Isu Anggota Komunitas Disiram Tuak dan Ditato

Pertimbangan yang memberatkan, antara lain perbuatan Jumhur meresahkan masyarakat dan menyebabkan kerusuhan.

“Terdakwa tidak pernah menyesali perbuatannya,” kata Puji Triasmoro.

Halaman
12
Berita Populer
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved