Breaking News:

Agen Judi Online Ditangkap, Chip dan Uang Tunai Disita

Unit Opsnal Sat Reskrim dan Unit V Sat Intelkam Polres Pidie menangkap pria IF (25), warga Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie

Editor: bakri
FOTO FOR PROHABA
POLISI menyita uang tunai dan hp berisi chip Higgs Domino dari lelaki berinisial IF yang diduga agen judi online. Tersangka saat berada di Mapolres Pidie, Senin (27/9/2021). 

SIGLI - Unit Opsnal Sat Reskrim dan Unit V Sat Intelkam Polres Pidie menangkap pria IF (25), warga Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Berdasarkan data kepolisian, pemuda IF diduga terlibat sebagai agen atau penjual chip Higgs Domino. Ia ditangkap di warung kopi (warkop) Gampong Dayah Tutong, Minggu (26/9/2021) sekira pukul 21.00 WIB. Dalam penangkapan itu polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa 18 B chip dalam ponsel tersangka.

Sedangkan chip 24 B chip telah berhasil dijual tersangka. "Kita juga mengamankan uang tunai Rp 140.000, diduga hasil penjualan chip Higgs Domino," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal SE MM, kepada Prohaba, Senin (27/9/2021).

Ia menyebutkan, IF merupakan warga Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie. Ia ditangkap berawal dari laporan warga bahwa di desa tersebut ada transaksi jual beli chip judi online.

Personel polisi Unit Opsnal Sat Reskrim dan Unit V Sat Intelkam Polres Pidie pun bergerak cepat. Sasaran mereka adalah salah satu warkop di seputaran jalan Sigli- Garot, tepatnya sebuah warkop di Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie. Dalam penggerebekan di warkop itu berhasil ditangkap IF selaku tersangka agen judi online.

Dari tersangka, polisi mengamankan chip sebanyak 18 B yang disita dari dalam ponsel tersangka berikut uang tunai Rp 140.000. Tambahan uang tunai lainnya yang sudah dipisah-pisah dalam ikatan berbeda sebanyak Rp 70.000 dan Rp 60.000. "Tersangka mengaku 1B chip dia mendapat keuntungan 10.000 rupiah," kata Iptu Muhammad Rizal.

Atas dugaan tindak pidana perjudian yang dilakukan IF, ia dijerat penyidik dengan Pasal 1 butir 22 juncto Pasal 18 juncto Pasal 20 Qanun Provinsi Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Ancaman hukumannya adalah cambuk paling banyak 45 kali atau pidana kurungan paling lama 45 bulan. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved