Breaking News:

Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SMP Dituntut Hukuman Mati, Usai Diperkosa Korban Dikubur Hidup-Hidup

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Aceh Singkil menggelar sidang kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Laudya Chintya Bella (13)

Editor: bakri
PROHABA/DEDE ROSADI
PENGADILAN Negeri Aceh Singkil menggelar sidang kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Lipat Kajang, Kamis (30/9/2021). Kedua terdakwa dituntut hukuman mati karena perbuatannya sadis dan tak berperikemanusiaan. 

SINGKIL - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Aceh Singkil menggelar sidang kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Laudya Chintya Bella (13), siswi SMP asal Desa Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Kamis (30/9/2021) siang. Agenda sidang ini adalah pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil. Terdakwa dalam kasus yang menggemparkan masyarakat Aceh Singkil itu adalah Aswarudin alias Aswar Gurinci (35) dan Kaidirsyah alias Kaidir (56). Kedua terdakwa merupakan warga satu kampung dengan korban di Lipat Kajang.

Tuntutan dibacakan bergantian oleh JPU yang terdiri atas Kajari Aceh Singkil, Muhammad Husaini, Kasi Pidum Hendra Damanik, dan Kasi Datun Syahroni Rambe. Dalam tuntutannya, jaksa sa meminta majelis hakim memvonis kedua terdakwa tersebut dengan hukuman mati. Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Muhammad Husaini seusai sidang mengatakan, kedua terdakwa terbukti melakukan kekerasan berupa pemerkosaan dan pemukulan.

Bahkan, dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa Aswar dan Kaidir menguburkan korban dalam kondisi masih hidup. Sehingga, korban meninggal lantaran tidak bisa bernapas. "Berdasarkan persidangan keterangan saksi ahli, saat dikubur korban masih hidup. Meninggal karena tidak bisa menghirup udara," beber Kajari. Atas perbuatannya itu, kedua terdakwa diduga melanggar Pasal 81 ayat (5) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan alasan terdakwa dituntut hukuman mati, menurut Kajari, lantaran perbuatan kedua terdakwa sadis dan tidak berperikemanusiaan. Kemudian, korbannya merupakan seorang anak, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan menimbulkan penderitaan terhadap keluarga korban. Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda eksepsi dari para terdakwa. Kasus tersebut bermula ketika korban Bella dinyatakan hilang oleh keluarganya. Belakang diketahui korban meninggal dalam posisi terkubur dekat Kantor Desa Lipat Kajang.

Sementara, pembunuhan itu disertai rudapaksa yang bermula ketika terdakwa Aswarudin alias Aswar Gurinci pada Selasa 11 Mei 2021 sekitar pukul 12.00 WIB, menghubungi korban Laudya Chintya Bella. Ia mengajak gadis cilik itu bertemu di Kantor Desa Lipat Kajang. Setibanya di Kantor Desa Lipat Kajang, terdakwa memarkirkan sepeda motor dan melihat korban duduk di teras kantor desa.

Setelah memastikan situasi aman, terdakwa menarik korban ke belakang gudang di sebelah kantor desa. Setiba di belakang gudang, terdakwa mencekik dan membenturkan kepala korban ke dinding dan memaksa korban berbaring. Selanjutnya, terdakwa menutup mulut korban menggunakan tangan agar tidak berteriak dan memukul wajahnya hingga korban tak berdaya. Setelah melepas pakaian Bella, terdakwa melakukan perbuatan tak senonoh berkali- kali terhadap korban.

Ketika terdakwa Aswar melakukan perbuatan bejatnya menjelang keempat kali, ia melihat Kaidirsyah alias Kaidir berada di balik tembok yang berjarak hanya dua meter darinya. Bukannya menolong, Kaidir malah turut merudapaksa korban. Hanya saja tempatnya berada di luar pagar kantor desa. Kala itu, ketika melihat siswi SMP sedang dirudapaksa Aswar, Kaidir bertanya, "Kau apakan anak itu?" Pertanyaan tersebut dijawab Aswar dengan tawaran, "Mau kau?" Mendapat tawaran, Kaidir mengatakan, "Iya sekali giak tapi jangan kau matikan dulu.

" Aswar lalu memindahkan korban ke parit luar pagar. Setelah korban berada di luar pagar itulah Kaidir melakukan perbuatan tak senonoh. Selesai melampiaskan nafsu syahwatnya, kedua terdakwa mengubur korban sekitar 25 meter dari lokasi. Sebelum dikubur dalam kondisi telanjang, terdakwa Aswar kembali memukul korban dengan batu. Tak hanya itu, Aswar juga kembali memukul menggunakan kayu yang diambilkan Kaidir.

Selanjutnya, Kaidir ikut memukul dengan kayu dan setelah itu mereka pulang. Sebelum pulang, Kaidir mengambil handphone (hp) korban. Sedangkan Aswar kembali ke belakang kantor desa untuk membuang baju korban. Hingga akhirnya kedua terdakwa ditangkap Satreskrim Polres Aceh Singkil pada 12 Mei 2021 dan kasusnya bergulir ke meja persidangan. Tangan mencincang, bahu memikul.(de)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved