Breaking News:

Darwati A Gani: Aceh Darurat Pemerkosaan Anak, Cegah Segera!, Anak Siapa pun Bisa Jadi Korban

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A Gani menyatakan Aceh saat ini memasuki masa-masa gelap dalam perlindungan perempuan...

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Darwati A Gani 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A Gani menyatakan Aceh saat ini memasuki masa-masa gelap dalam perlindungan perempuan dan anak dari kejahatan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

"Sudah sering kali kita dengar dan baca peristiwa tersebut, bahkan pelakunya pun tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak di bawah umur," kata politisi Partai Nanggroe Aceh ini kepada Prohaba, di Banda Aceh, Sabtu (9/10/2021) pagi.

Darwati mengatakan, ia tidak ingin Aceh bernasib seperti India, di mana pemerkosaan seolah sudah menjadi hal yang lumrah.

Bahkan dilakukan di tempat-tempat terbuka, sedangkan orang yang melihat kejadian tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.

Hukum juga tidak sepenuhnya tegak di sana apabila korbannya kalangan miskin atau dari kasta rendah (sudra).

Darwati juga prihatin sulitnya bagi korban perkosaan dan pelecehan seksual di Aceh dalam mencari keadilan.

Ditambah lagi kondisi sakit dan trauma yang dialami korban, serta cara pandang masyarakat yang masih cenderung menyalahkan perempuan.

Mantan First Lady Aceh ini juga mengomentari penerapan syariat Islam melalui Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang, menurutnya, belum mampu menjawab persoalan pemerkosaan yang terus berulang.

"Soalnya, Qanun Hukum Jinayat hanya mengatur mekanisme hukuman, sedangkan bagaimana mekanisme mencegah agar pemerkosaan tidak terjadi lagi dan perlunya mekanisme pemulihan untuk korban sama sekali tidak disentuh dalam qanun tersebut," kata jebolan Program Studi Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala ini.

Baca juga: Sempat Lari, Pemerkosa Anak Kandung Diringkus

Oleh karena itu, lanjut Darwati, ia dan anggota DPR Aceh lainnya sedang mengupayakan penguatan Qanun Jinayat dengan merevisi dua pasal, yakni Pasal 47 dan Pasal 50.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved