Dicopot dari Jabatan Gegara Tulis Surat Terbuka, Brigjen Junior Tidak Menyesal

Surat terbuka yang ditulis Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka Sulawesi Utara Brigjen Junior Tumilaar yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo..

Editor: Muliadi Gani
TribunManado.co.id
Kolase surat bertulis tangan (kiri) Brigjen TNI Junior Tumilaar yang dikirimkan ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (Sumber: TribunManado.co.id) 

PROHABA.CO, JAKARTA - Surat terbuka yang ditulis Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka Sulawesi Utara Brigjen Junior Tumilaar yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbuntut panjang.

Usai mengirimkan surat tersebut, Brigjen Junior justru dicopot dari jabatannya.

Ia kini ditempatkan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angakatan Darat (KSAD).

Seperti diketahui, Brigjen Junior mengirimkan surat ke Kapolri perihal surat panggilan Polri kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan penangkapan rakyat miskin buta huruf oleh anggota Kepolisian Resor Kota Manado.

Surat itu dibuat Brigjen Junior pada 15 September 20021 dan kemudian viral di media sosial.

Terkait dengan pencopotan jabatan dirinya dari Irdam XIII/ Merdeka Sulawesi Utara, Brigjen Junior pun angkat bicara.

Kata Brigjen Junior, ia mengaku sudah mengetahui risiko yang bakal ia terima saat dirinya membuat surat tersebut.

Bukan itu saja, ia dengan tegas mengaku tidak menyesal meski harus dicopot dari jabatannya.

Junior menilai, tindakannya itu adalah sesuatu yang benar.

“Untuk apa menyesal kalau untuk hal yang benar, untuk kebaikan orang lain? Apalagi untuk kebenaran negara ini.

Untuk apa kita takut, untuk apa kita hidup, bermanfaatlah bagi orang lain, untuk negara, untuk rakyat.

Harus itu, jangan cuma ngomong doang,” kata Brigjen Junior dikutip dari Kompas TV, Sabtu (9/10/2021).

“Tapi demi negara ini, boleh saja kan saya melakukan sesuatu yang lebih besar dan saya yakini jadi bahan masukan.

Kalau kita namanya bertempur, berperang ada sesuatu yang dikorbankan,” Junior menambahkan.

Tentunya bukan tanpa alasan Brigjen Junior menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolri.

Sebab, kata Brigjen Junior, apabila pihak kepolisian ingin memanggil Babinsa harus berkoordinasi dengan komandan satuannya, bukan berdasarkan laporan semata. (kompas.com)

Baca juga: Niat Ingin Melerai Perkelahian, Seorang Anggota TNI di Depok Malah Ditusuk Pelaku Hingga Tewas

Baca juga: Purnawirawan TNI Bekuk Pembobol Celengan Masjid, Pelaku Putuskan Kabel CCTV

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved