Breaking News:

Internasional

Taiwan Kembangkan Rudal yang Bisa Lumatkan Beijing

Taiwan dilaporkan tengah mengembangkan rudal yang bisa menghantam ibu kota Cina Beijing, babak baru dalam ketegangan keduanya...

Editor: Muliadi Gani
REUTERS/ANN WANG
Peluncur roket ganda Thunderbolt-2000 menembakkan rudal dalam rangka latihan perang Han Kuang guna melawan invasi musuh. Latihan diadakan di Taichung, Taiwan, pada Kamis (16/7/2020). 

PROHABA.CO, TAIPEI - Taiwan dilaporkan tengah mengembangkan rudal yang bisa menghantam ibu kota Cina Beijing, babak baru dalam ketegangan keduanya.

Bernama The Yun Feng, misil itu diklaim juga bisa menyerang beberapa kota penting "Negeri Panda", di tengah ancaman invasi.

Tensi kedua wilayah tengah memuncak, dengan perkembangan terbaru Beijing mengirim hampir 150 pesawatnya ke wilayah udara Taiwan.

Cina selalu mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya, yang jika perlu, harus disatukan lagi dengan kekuatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, "Negeri Panda" mengembangkan rudal hipersonik, yang mayoritas dipersiapkan untuk menghantam tetangganya itu.

Tetapi Taipei merespons dengan mereka dilaporkan juga menguji coba persenjataan untuk mengimbangi negara adidaya tersebut.

Yun Feng, berarti Puncak Awan, bisa menjangkau jarak hampir 2.000 km, menurut studi dari Center for Strategic and International Studies.

Baca juga: Taiwan Siap Perang untuk Melawan Cina

Proyek tersebut dilakukan secara rahasia. Bahkan muncul laporan mereka sudah mengujicobanya pada tahun lalu, meski dibantah Taipei.

Kini, Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng menyebutkan proyek itu saat rapat dengar pendapat dengan komisi pertahanan nasional dan komisi keuangan parlemen.

Dikutip Taipei Times, Chiu tetap bungkam saat ditanya detilnya, dan hanya menyatakan militer tengah mengerjakannya.

Kabar itu di tengah pernyataan Presiden Tsai Ing-wen, bahwa Beijing "bermain api" dengan meningkatkan ketegangan.

"Agresi Cina sudah meremehkan perdamaian dan stabilitas regional," kata dia di hadapan anggota Partai Demokrasi Progresif.

Tsai memeringatkan supaya Beijing menarik diri dari tindakan yang memicu konfl ik, dilansir The Sun Sabtu (9/10).

Pada awal pekan ini, Menhan Chiu sempat berseloroh "Negeri Panda" baru menginvasi negaranya pada 2025, atau empat tahun mendatang.

"Dalam pandangan saya sebagai orang militer, ancaman itu nyata di depan saya," tegasnya dalam wawancara dengan ABC. (kompas.com)

Baca juga: Setelah Terbangkan 25 Pesawat, Lagi, Cina Kerahkan 39 Jet Tempur ke Taiwan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved