Breaking News:

Tahukah Anda

Kapan Gelombang Ketiga Covid di Indonesia Terjadi?

Angka kasus pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun. Namun, para ahli mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat masih harus mewaspadai...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: ANTARA
Warga melintas di dekat mural bertemakan Covid-19 di Petamburan, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Berdasarkan data Kemenkes RI, pada hari pertama perpanjangan Pemeberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kasus Covid-19 di Indonesia kembali menurun dari 38.325 orang menjadi 33.772 orang per hari. 

PROHABA.CO - Angka kasus pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun.

Namun, para ahli mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat masih harus mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ketiga.

Lalu, kapan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia akan terjadi?

Menjawab persoalan itu, Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Mahesa Paranadipa Maikel MH mengatakan bahwa belum ada prediksi pasti, tetapi kita bisa belajar dari kejadian-kejadian peningkatan kasus Covid-19 sebelum-sebelumnya.

"Jadi, kami sampaikan ini bukan prediksi IDI, tapi kami gunakan beberapa prediksi yang disampaikan oleh pakar-pakar, yaitu prediksi gelombang ketiga itu di akhir tahun (2021) ya," kata Mahesa dalam Media Briefing bersama Tim Mitigasi IDI: Strategi Kesiapan Gelombang Ketiga, Selasa (12/10/2021).

 Mahesa mengatakan, IDI tidak bisa memprediksikan secara pasti kapan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia akan terjadi.

Sebab, belum diprediksi varian virus corona baru jenis apa lagi yang kemungkinan bisa muncul jika terjadi penularan secara masif di masyarakat.

Baca juga: Netizen Ramai-ramai Suarakan Ajakan Vaksinasi Covid-19

Penularan Covid-19 yang masif di masyarakat di saat libur panjang bisa sangat mungkin terjadi karena akan meningkatnya mobilitas atau pergerakan masyarakat untuk berlibur, berkerumun, dan lalai terhadap berbagai protokol kesehatan (prokes) yang ada.

Semakin banyak penularan Covid-19, maka virus SARS-CoV-2 akan semakin cepat dan mudah bermutasi, sehingga dapat membentuk varian-varian baru, sehingga dikhawatirkan muncul varian yang lebih berbahaya daripada varian Delta yang ada saat ini.

Oleh karena itu, Mahesa berkata, meskipun angka kasus infeksi Covid-19 di Indonesia dilaporkan terus menurun, tetapi pemerintah sebaiknya tetap terus mengedukasi masyarakat untuk disiplin prokes dan vaksinasi.

Target vaksinasi yang diharapkan adalah 75-80 persen untuk dosis kedua, bukan hanya dosis pertama dari seluruh populasi masyarakat Indonesia di akhir tahun 2021 ini.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak diberlakukannya pelonggaran-pelonggaran prokes dan tetap dilakukan pengetatan pengawasan di wilayah-wilayah wisata yang berpotensi jadi tempat terjadinya kerumunan massal.

"Tapi kita berharap tidak ada gelombang ketiga ya. Soalnya, menghadapi gelombang pertama dan kedua saja kita sudah kewalahan," ujarnya. (kompas.com)

Baca juga: AS Akan Buka Kembali Perbatasan untuk Wisatawan yang Divaksinasi Penuh

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved