Rabu, 22 April 2026

Olahraga

Lawan Luxemburg, Ronaldo Cetak Trigol

Cristiano Ronaldo sukses menyumbangkan tiga gol alias hattrick untuk kemenangan 5-0 Portugal menghadapi Luxemburg dalam partai kualifikasi Piala ...

Editor: Muliadi Gani
AFP/CARLOS COSTA
CRISTIANO Ronaldo, mesin pencetak gol yang tak pernah kehabisan bensin dari musim ke musim. 

PROHABA.CO - Cristiano Ronaldo sukses menyumbangkan tiga gol alias hattrick untuk kemenangan 5-0 Portugal menghadapi Luxemburg dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Rabu (13/10/2021) dini hari.

Gol-gol Cristiano Ronaldo tercipta di babak pertama pada menit 8 dan 13 lewat titik putih.

Kemudian, ia memastikan torehan trigol atau hattrick-nya di menit ke-86 lewat sundulan kepala menyambut umpan dari Ruben Neves.

Kini, Ronaldo mencatat hattrick ke-58 untuk klub dan negara.

Luxemburg pun masuk dalam buku rekor milik sang megabintang.

Kini dia telah mencetak sembilan gol ke gawang Luxemburg, terbanyak di antara negara lainnya yang pernah ia hadapi.

Ronaldo juga berhasil mengukir rekor sebagai pencetak trigol terbanyak, yakni sepuluh kali di laga internasional.

Pemain berusia 36 tahun ini juga memantapkan posisinya sebagai manusia dengan jumlah gol terbanyak di dunia dengan torehan 789 gol.

Angka ini lebih banyak 41 gol dari saingan terdekatnya, Lionel Messi.

Ronaldo adalah mesin pencetak gol yang tak pernah kehabisan bensin.

Dia fantastis. Gelontoran gol selalu sukes ia ciptakan baik untuk negara ataupun klub yang dibelanya.

Pemain kelahiran 5 Februari 1985 tersebut mengawali kariernya sebagai sayap kanan, baik di Sporting Lisbon maupun di Manchester United.

Baca juga: Edin Dzeko Ukir Start Hebat di Inter Milan, Kini Setara Ronaldo

Di awal kariernya, di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Ronaldo tak diberi peran sebagai juru gedor yang fokus untuk mencetak gol.

Ada Dimitar Berbatov, Carlos Tevez, dan Wayne Rooney yang juga bisa dipercaya di posisi itu dan diberi peran sebagai pencetak gol Setan Merah.

Ronaldo lebih dimaksimalkan menjadi seorang pendribel andal yang sering merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan skill olah bolanya.

Baru, ketika hijrah ke Real Madrid, Ronaldo lebih sering difokuskan sebagai pencetak gol utama.

Ronaldo menjadi mesin pencetak gol yang menembak di seluruh area lini depan.

Tak peduli kiri, kanan, atau tengah, Ronaldo tampil bertaji.

Musim perdananya di La Liga Spanyol (2009/2010), ia sukses menorehkan 26 gol.

Menghitung di seluruh kompetisi, Ronaldo membuat publik Santiago Bernabeu takjub dengan lesatan 33 gol.

Lalu, kedatangan Jose Mourinho di Real Madrid mengubah peran yang diemban Ronaldo.

The Special One membentuknya sebagai penyerang kiri yang memiliki kebebasan untuk bermain dalam dan menyisir area sayap.

Apakah jumlah gol Ronaldo berkurang? Tentu saja tidak.

Di era kepelatihan Mourinho, CR7, demikian julukan Ronaldo, sukses menyumbangkan 168 gol dari 164 pertandingan.

Baca juga: Ronaldo “Selfie” Bareng Timnas Portugal

Torehan yang tak masuk akal sebagai pemain sayap.

Ronaldo sejatinya adalah satu dari sedikit pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi dengan sama baiknya.

Laga debutnya di Manchester United, dia bermain di gelandang kiri, dengan keleluasaan untuk berpindah sisi.

Lalu, dia permanen di posisi gelandang kanan.

Dia bisa didorong lebih ke depan memanfaatkan kemampuannya mencari ruang di area pertahanan lawan membuatnya dipercaya sebagai "target man".

Ronaldo mampu mencetak gol dengan pergerakannya sendiri, yaitu berlari dan melewati lawan, ia juga dapat mencetak gol dari luar kotak penalti dengan memanfaatkan kualitas tendangannya.

Cristiano Ronaldo tidak terlalu butuh peluang besar agar mencetak gol, karena ia mampu memanfaatkan peluang sekecil mungkin untuk dapat ia sarangkan ke gawang lawan.

Kekuatan kaki kanan dan kirinya sama bagusnya, dia punya sundulan akurat nan kuat disertai kemampuan melompat yang fantastis.

Kepergian Mourinho dari Real Madrid tak membuat nafsu mencetak gol Ronaldo berkurang.

Ia justru lebih berbahaya di lini serang Los Blancos.

Ancelotti memberi Ronaldo kebebasan bergerak bersama Karim Benzema dan Gareth Bale.

Ia menjadi tumpuan lini serang Real Madrid, tugas Benzema dan Bale lebih sebagai pelayan.

Baca juga: Rekor Ronaldo dan Bruno Hancur di Tangan Aston Villa

Tak heran, torehan gol Ronaldo dari musim ke musim selalu jauh di atas kedua pemain tersebut.

Dari 101 pertandingan yang telah ia jalani di era kepelatihan Ancelotti, CR7 sukses mencetak 112 gol.

Luar biasa! Lalu, pada Januari 2016, Zinedine Zidane dipercaya sebagai nahkoda anyar Los Blancos menggantikan Carlo Ancelotti.

Tak berubah, Ronaldo tetap diperankan sebagai "goal getter" utama, sedangkan Benzema berperan sebagai pemain depan yang sifatnya trequartista, atau pemain nomor 10.

Build-up serangan di sepertiga akhir lapangan diemban oleh Benzema.

Ronaldo sebagai pencetak gol utama lebih banyak menunggu di sekitar area kotak penalti, menunggu sang pelayan mengirimkan umpan ciamik kepadanya.

Lagi-lagi, torehan Ronaldo masih fantastis, bermain di bawah nahkoda Zidane selama tiga musim, CR7 sukses mencetak 112 gol dari 114 pertandingan.

Berhasil meraih segalanya bersama Real Madrid membuat Ronaldo memilih untuk mencari tantangan baru untuk hijrah ke tim raksasa Italia, Juventus.

Datang di Juventus dengan usia yang sudah menginjak 34 tahun tak membuat CR7 kehilangan tajinya untuk mencetak gol.

Justru sebaliknya, di tiga musimnya bersama La Vecchia Signora, Ronaldo selalu menjadi top skor klub.

Jika dikalkulasi, torehan sang peraih 5 Ballon d'Or tersebut sukses mencetak 101 gol dari 134 penampilannya bersama Juventus.

Baca juga: Ronaldo Kembali ke MU Tak 100 Persen Rasional

Kemudian, kejutan datang di musim 2021/2022.

Di usianya yang ke-36 tahun, Ronaldo direkrut kembali oleh The Red Devils dari klub yang ia bela sebelumnya, La Vecchia Signora.

Penggemar Manchester United di seluruh dunia pun dibuat senang bukan main atas kepulangannya ke tim yang membesarkan namanya tersebut.

Tak per lu menunggu waktu lama bagi Ronaldo untuk membuat publik Old Trafford kembali tercengang atas aksi menawannya.

Dalam debutnya bersama Setan Merah, Ronaldo langsung tampil beringas dengan mencetak dua gol ke gawang tim yang sekarang menjadi orang kaya baru, Newcastle United.

Hingga tujuh penampilannya bersama United, CR7 sukses menyumbangkan lima gol, dan membawanya sebagai top skor Setan Merah saat ini bersama kompatriotnya di timnas Portugal, Bruno Fernandes.

Di usianya yang begitu uzur, atribusi Ronaldo lebih mengandalkan kecerdikannya dalam mencari posisi serta fi nishingnya yang fantastis.

Ia tak banyak berlari, apalagi merebut bola. Tugasnya fokus mencetak gol, rutinitasnya dari musim ke musim. (Tribunnews.com)

Baca juga: Gabung ke MU, Ronaldo Hanya Butuh 10 Menit untuk Lewati Rekor Messi

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved