Breaking News:

Kriminan

Dua Pembunuh Pedagang Aceh Utara Dituntut 17 dan 13 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong, Selasa (26/10/2021) menggelar sidang pembacaan tuntutan atas kasus pembunuhan terhadap ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO FOR PROHABA
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong, Selasa (26/10/2021) menggelar sidang pembacaan tuntutan atas kasus pembunuhan terhadap pedagang asal Aceh Utara bernama Hanafiah (47) yang terjadi di Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah pada 17 Februari 2021. Jaksa terdakwa masing-masing 17 dan 13 tahun penjara. 

PROHABA.CO, REDELONG - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong, Selasa (26/10/2021) menggelar sidang pembacaan tuntutan atas kasus pembunuhan terhadap pedagang asal Aceh Utara, Hanafiah (47) yang terjadi di Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, pada 17 Februari 2021.

Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bener Meriah, Widi Utomo SH, majelis hakim diminta memvonis kedua terdakwa, yakni Jamaluddin alias Udin Potong 17 tahun penjara dan Achsanal Bahri 13 tahun penjara.

Kajari Bener Meriah melalui Kasi Intelijen Ully Fadil MH mengatakan, kedua terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban Hanafiah (47).

Menurutnya, dalam persidangan terungkap, terdakwa Jamaluddin melakukan pembunuhan dengan cara memukul korban Hanafiah menggunakan sebatang kayu di bagian kepala sebelah kiri hingga korban tersungkur.

Kemudian, datang terdakwa Achsanal Bahri yang juga memukul korban pada bagian tengkuk dengan menggunakan sebatang besi.

Setelah itu, terdakwa Achsanal Bahri menyerahkan besi itu kepada terdakwa Jamaluddin dan terdakwa Jamaluddin kembali memukul korban dengan menggunakan besi tersebut beberapa kali pada bagian kepala belakang sampai mengeluarkan darah.

Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Curanmor Terbesar di Bener Meriah, 6 Mobil dan 8 Sepmor Disita

Kemudian, terdakwa Jamaluddin memeriksa denyut nadi korban untuk memastikan korban telah meninggal dunia.

“Setelah memastikan korban tidak bernapas lagi, terdakwa membuang jasad korban ke jurang di lokasi kejadian itu,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, beberapa saat kemudian terdakwa Jamaluddin kembali menghampiri jasad korban.

Tersangka pelaku lalu mengayunkan sebilah golok ke arah jasad korban beberapa kali agar jasad korban cepat hancur dan tidak dikenali.

Atas perbuatannya itu, kedua terdakwa didakwa dengan Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kajari Bener Meriah, melalui Kasi Intelijen Ully Fadil MH menambahkan, sidang tersebut akan dilanjutkan pada Senin, 1 November 2021 dengan agenda pleidoi (pembelaan) terdakwa. (bud)

Baca juga: Heboh Isu Oknum Dewan Mesum, Viral di Media Sosial Warga Bener Meriah

Baca juga: Balita 2 Tahun Dibunuh Oleh Tetangganya, Dugaan Polisi Pelaku Belum Ada Tanda Gangguan Jiwa

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved