Breaking News:

Hakim Tolak Gugatan Tersangka, Sidang Praperadilan Kasus Bebek Petelur di Agara

Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi atau PN Tipikor Banda Aceh tak dapat menerima atau tak mengabulkan gugatan praperadilan

Editor: bakri
PROHABA
Tim Ditreskrimsus Polda Aceh sedang memeriksa, Asbi SE Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara sebagai saksi dalam pengadaan bebek petelur tahun anggaran 2018/2019 mencapai Rp 12,9 miliar di Mapolres Aceh Tenggara. 

BANDA ACEH - Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi atau PN Tipikor Banda Aceh tak dapat menerima atau tak mengabulkan gugatan praperadilan empat tersangka kasus korupsi bebek petelur. Gugatan praperadilan itu diajukan terhadap Polda Aceh karena dinilai penetapan mereka sebagai tersangka tak sesuai prosedur.

Sebaliknya, hakim menilai pemohon praperadilan tak bisa membuktikan di persidangan penetapan mereka sebagai tersangka korupsi bebek petelur tak sesuai prosedur. Putusan sidang praperadilan di PN Tipikor Banda Aceh dibacakan dalam sidang dipimpin Safri SH MH, Jumat (29/10/2021).

Dalam sidang itu, pemohon dihadiri kuasa hukum mereka. Sedangkan termohon, yakni Polda dihadiri Tim gabungan Bidkum dan Tipikor Polda Aceh. Terkait putusan sidang ini juga dibenarkan Humas PN/Tipikor Banda Aceh, Sadri SH MH yang dikonfirmasi, Jumat (29/10/2021). Menurutnya, permohonan praperadilan itu tak bisa diterima karena pemohon tak bisa membuktikan alasan-alasan di persidangan.

Sebaliknya, termohon, yaitu Polda Aceh bisa bisa membuktikan alasan- alasan penetapan tersangka korupsi pengadaan bebek petelur Rp 4,2 miliar di Dinas Pertanian Aceh Tenggara sesuai prosedur. Seperti diberitakan sebelumnya, empat tersangka korupsi pengadaan bebek petelur di Dinas Pertanian Aceh Tenggara atau Agara tahun 2019 mengajukan praperadilan ke PN Tipikor Banda Aceh atas kasus ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved