Breaking News:

Enam Pemuda Bener Meriah Jadi Tersangka Perusak Fasilitas Negara

Penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah menetapkan enam pemuda sebagai tersangka dugaan perusakan fasilitas negara, yaitu Kantor Reje Kampung

Editor: bakri
For Prohaba
Enam pemuda ditetapkan sebagai tersangka pengerusakan Kantor Reje. Para tersangka kini ditahan di Mapolres Bener Meriah, Kamis (11/11/2021). 

* Kecewa Tak Dibangunkan Lapangan Voli

REDELONG - Penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah menetapkan enam pemuda sebagai tersangka dugaan perusakan fasilitas negara, yaitu Kantor Reje Kampung (kantor kepala desa) di Kampung Pakat Jeroh, Kecamatan Bandar, kabupaten setempat.

Keenam tersangka adalah MD (28), SM (25), MA (28), A (23), BI (26), dan KA (23). Semuanya warga desa setempat. Kapolres Bener Meriah, AKBP Surya Agung Prabowo SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Dr Bustani SH MH kepada wartawan, Kamis (11/11/2021) sore, mengatakan, keenam pemuda itu ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 November 2021. "Para tersangka pun sudah ditahan di Mapolres Bener Meriah," ujar Bustani.

Menurutnya, penahanan terhadap enam tersangka ini berdasarkan alasan subjektif dasar, yaitu agar tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti (BB), dan tidak mengulangi lagi tindak pidana.

Menurutnya, perusakan aset pemerintah itu terjadi pada Selasa, 31 Agustus 2021. "Setelah menerima laporan secara resmi pada awal September 2021, langsung kita lakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana atau tidak," kata Bustani.

Kemudian, lanjut Bustani, pada 1 September 2021, kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan."Kasus perusakan aset negara ini berawal ketika permintaan pemuda untuk bangun lapangan voli tidak diakomodasi oleh reje (kepala desa). Akibatnya, para pemuda tidak puas sehingga beranggapan reje tidak transparan dalam pengelolaan dana desa. Efeknya, para tersangka diduga tersulut emosinya, sehingga mereka merusak aset negara,” terang Bustani.

Mantan penyidik Tipikor Polda Aceh ini menambahkan, dalam kasus ini keenam tersangka memiliki peran masing-masing. MD misalnya, ia merupakan tersangka pelaku utama perusak kantor kepala desa tersebut.

MD memecahkan kaca menggunakan batu dan memasang palang kayu di depan pintu kantor desa tersebut.Sedangkan, SM merupakan pemilik palu dan kayu. Adapun MA dan A berperan memecahkan kaca dengan batu.

Sementara itu, BI juga ikut berperan memecahkan kaca dan membuat tulisan “Reje segera turun dari jabatannya”. Keenam tersangka itu, kata Bustani, dijerat penyidik dengan Pasal 170 ayat (1) KUHPidana  dengan ancaman pidana penjara 5 tahun 6 bulan. (bud)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved