Kamis, 4 Juni 2026

Haba Artis

Dalam Mengasuh, Sandra Dewi Selalu Membesarkan Hati Anak

Artis peran Sandra Dewi (38) tak mau main-main dalam mengasuh anak-anaknya. "Aku kalau buat anak enggak mau coba-coba," ujar Sandra saat menjadi ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
kompas.com
Sandra Dewi 4 

PROHABA.CO, JAKARTA - Artis peran Sandra Dewi (38) tak mau main-main dalam mengasuh anak-anaknya.

"Aku kalau buat anak enggak mau coba-coba," ujar Sandra saat menjadi pembicara dalam webinar bertema Diversity, Equity, & Inclusive yang digelar Tentang Anak.

Dari pernikahannya dengan Harvey Moeis, Sandra sudah memiliki dua anak.

Mereka adalah Raphael Moeis dan Mikhael Moeis.

Sejumlah hal diungkap pemain film Quickie Express ini alam mengasuh anak berdasarkan ilmu yang didapat dari “Tentang Anak”, sebuah ekosistem ilmu parenting untuk tumbuh kembang anak.

Contohnya adalah bagaimana mengatur emosional ibu dan mempelajari psikis dari anak.

Baca juga: Sandra Dewi Putuskan Tak Ingin Punya Anak Lagi

"Kayak anak jatuh, dulu kalau anak jatuh 'Sudah jangan nangis, enggak apa-apa'.

Ternyata jangan seperti itu. Harusnya, oh sakit, ya, sakitnya di mana?" ujar Sandra.

Menurut Sandra, seorang ibu juga harus menghargai perasaan seorang anak, tidak hanya membesarkan hati si anak.

"Pas saya praktikan, anak saya merasa dihargai.

Jadi, di Tentang Anak, saya baca langsung dipraktikkan. Itu memudahkan dalam mengasuh anak," ujar Sandra.

Karena proses yang dilaluinya itu, Sandra kerap menjadikan bahan bacaannya sebagai acuan ketika ada pengikut media sosialnya bertanya soal ilmu parenting.

Baca juga: 12 Tahun Menjanda, Kristina Beri Sinyal akan Menikah

"Karena memang yang ngomong ada ahlinya, ada profesor," kata Sandra.

Adapun Tentang Anak didirikan oleh pasangan suami istri dokter Mesty Ariotedjo dan Dokter Garri Juanda.

Mesty mengatakan, meskipun memiliki pengalaman sebagai dokter anak, dia dan suaminya juga merasakan sulitnya pengalaman pertama sebagai orang tua dalam mengasuh anak.

Hal tersebut yang menginspirasi mereka untuk membentuk sebuah ekosistem yang dapat membantu jutaan orang tua di Indonesia menjalani peran mereka dengan lebih baik. (kompas.com)

Baca juga: Penjual Organ Satwa Langka Ditangkap di Sumut

Baca juga: Tawuran Antarkelompok ABG, 1 Terluka, 11 Diamankan Polisi

Baca juga: Tidak Terima Anaknya Ditilang, MN Kejar Polantas Pakai Celurit

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved