Breaking News:

Filipina Diterjang Topan Rai, Ratusan Ribu Penduduk Dievakuasi

Topan kuat tersebut menghantam pantai timur Filipina pada Kamis (16/12) sore waktu setempat, membawa hujan lebat dan ancaman banjir

Editor: bakri
Kiriman Panglima Laot Aceh Besar
Boat yang berisikan mayat tanpa kepala dan lengan terdampar di Pantai Alue Riyeung, Pulo Aceh, Aceh Besar, Minggu (5/9/2021) pagi. Ternyata boat dan mayat tersebut merupakan nelayan asal Srilanka yang hilang disapu badai. 

MANILA - Filipina diterjang Topan Rai yang oleh penduduk lokal disebut Odette.

Topan kuat tersebut menghantam pantai timur Filipina pada Kamis (16/12) sore waktu setempat, membawa hujan lebat dan ancaman banjir yang meluas di seluruh Filipina.

Topan Rai meningkat dengan cepat saat mendekati pantai, menguat dari badai Kategori 1 ke Kategori 5 hanya dalam kurun 24 jam sebagaimana dilansir CNN.

 

Saat mencapai Pulau Siargao, angin telah mencapai kecepatan 260 kilometer per jam dengan kecepatan embusan lebih dari 300 kilometer per jam.

 

Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Filipina melaporkan, sekitar 198.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka ke tempat penampungan yang disediakan pemerintah.

Awal pekan ini, pemerintah telah melakukan banyak evakuasi pencegahan dan persiapan ketika Filipina diguyur hujan lebat.

Di Provinsi Misamis Oriental, Sungai Agay ayan sempat meluap pada Selasa (14/12), membanjiri jalan jalan dan rumah rumah.

Krisis iklim yang disebabkan oleh manusia membuat angin topan dan siklon menjadi lebih intens dan merusak.

RUMAH milik Nazaruddin warga Gampong Alue Kuta, Jangka Bireuen yang roboh setelah diterjang angin kencang, Jumat (25/62021) siang.
RUMAH milik Nazaruddin warga Gampong Alue Kuta, Jangka Bireuen yang roboh setelah diterjang angin kencang, Jumat (25/62021) siang. (FOTO PROHABA /YUSMANDIN)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved