Berita Sepakbola
Solusi Mario Balotelli
ROBERTO Mancini membela keputusannya memanggil kembali Mario Balotelli ke skuat Italia hanya dua bulan sebelum playoff Piala Dunia digelar
ROBERTO Mancini membela keputusannya memanggil kembali Mario Balotelli ke skuat Italia hanya dua bulan sebelum playoff Piala Dunia digelar.
Balotelli tak pernah membela Azzurri selama hampir empat tahun.
Dan nyaris terlupakan dalam dunia sepak bola Italia.
Namun, tiba- -tiba diundang untuk bergabung dengan kamp pelatihan tiga hari Azzurri di Florence.
Striker 31 tahun, yang terkenal dengan tingkah kontroversialnya, saat ini bermain untuk klub Turki Adana Demirspor.
Di sana, dia tampil gemilang dengan mencetak sembilan gol dalam 19 penampilan liga musim ini.
Beberapa kritikus percaya, Mancini telah memilih Balotelli sebagai opsi solusi terakhir.
Sang pelatih ditengarai sudah putus asa dengan Ciro Immobile, dan Andrea Belotti, dua andalan selama ini, yang masih gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Namun, mantan manajer Manchester City itu menepis klaim tersebut.
Baca juga: Italia Juara Euro 2020, Roberto Mancini : Penantian 53 Tahun Gli Azzurri Terbayar Lunas
Baca juga: Bawa Italia Lolos ke Final Euro 2020, Roberto Mancini Sanjung Daya Tempur Anak Asuhnya
"Apakah saya memainkan kartu putus asa? Tidak," kata Mancini dikutip dari Mirror, kemarin.
“Tapi jika keputusasaan itu sama seperti sebelum Piala Eropa (dimana menjadi juara, Red), maka tidak apa-apa.
" "Tapi bukan itu situasinya di sini.
Selama beberapa hari ke depan kami akan mencoba berbagai hal dan mengevaluasi pemain yang sudah lama tidak dipanggil, seperti Mario, dan pemain baru lainnya," kata Mancini.
Balotelli dipandang sebagai salah satu pemain hebat di generasinya.
Tapi dia mengalami banyak pasang surut sejak muncul di Inter Milan hampir 15 tahun lalu.
Sejak itu, dia memenangkan trofi Liga Premier, Liga Champions, dan tiga gelar Serie A .
Namun, dia tidak lagi pernah mengangkat trofi utama selama hampir 10 tahun.
Dia sempat berkembang pesat di AC Milan dan Nice tetapi berjuang di Liverpool dan Brescia.
Baca juga: Euro 2020 - Timnas Italia Ukir Rekor 30 Laga Tak Terkalahkan, Roberto Mancini seperti Mesin Perang
Sekarang, dalam kurun waktu 12 bulan, dia beralih dari bermain di kasta kedua sepak bola Italia bersama Monza, menjadi bagian dari tim nasional.
Beberapa manajer mengenal Balotelli lebih baik daripada Mancini, yang mengontraknya untuk Man City lebih dari satu dekade lalu.
“Pada level teknis, dia selalu bagus, itu tidak perlu diperdebatkan, kita hanya perlu melihat bagaimana dia secara fisik,” kata Mancini ketika ditanya tentang kebugaran sang pemain.
“Kemudian dia harus menyesuaikan diri dengan tim yang telah bekerja dengan sangat baik.
Dia tidak perlu menjanjikan apa pun kepada saya.
Dia dipanggil sama seperti orang lain dipanggil," ujar Mancini.
"Kami penasaran ingin bertemu dengannya setelah sekian lama, tetapi kami harus melihat bagaimana kelanjutannya.
Saya pikir dia senang berada di sini.
Kami akan melihat apakah dia bisa membantu kami," katanya.
Baca juga: Italia Menang 3-0 Lawan Turki di Laga Pembuka Euro 2020, Roberto Mancini Tak Ingin Puas Diri
Balotelli telah mencetak 14 gol dalam 36 penampilan senior untuk Italia, meskipun dia hanya memenangkan tiga caps dalam delapan tahun terakhir.
Peluang Saling Jegal Kontra Portugal
Hanya ada tiga negara yang mendapat tiket ke Piala DUnia 2022 dari 12 peserta di babak Playoff Eropa.
10 negara merupakan runner-up grup, yakni Portugal (Grup A), Swedia (Grup B), Italia (Grup C), Ukraina (Grup D), Wales (Grup E), Skotlandia (Grup F), Turki (Grup G), Rusia (Grup H), Polandia (Grup I), Macedonia Utara (Grup J).
Sementara Austria dan Republik Ceska merupakan 2 tim dari peringkat UEFA Nations League.
Nah, ke-12 negara itu dibagi lagi menjadi tiga grup.
Masing- -masing grup A terdiri dari : Skotlandia, Ukraina, Wales, Austria
Grup B: Rusia, Polandia, Swedia, Republik Ceska
Grup C: Italia, Macedonia Utara, Portugal, Turki.
Masing-masing grup akan melalui babak semifinal.
Italia di grup C akan melawan Macedonia Utara (24/3), sedang Portugal melawan Turki di saat yang sama.
Pemenang dari dua semifinal itu akan bertemu di babak final (29/3) untuk jadi pemegang tiket ke Qatar.
Banyak yang memprediksi, final di grup C akan mempertemukan Italia, juara Piala Eropa 2020 kontra Portugal, juara Piala Eropa 2016. (Tribunnews/den)
Baca juga: Jika Ingin Lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, Portugal dan Italia Wajib Menang di Dua Laga Playoff
Baca juga: Masuk Pot Unggulan di Babak Playoff Piala Dunia 2022, Italia Terhindar Bertemu Portugal dan Swedia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ROBERTO-Mancini-membela-keputusannya.jpg)