Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Gunakan Rudal Kalibr Hancurkan Senjata Berat Kiriman NATO ke Ukraina

Kemenhan Rusia melaporkan pada hari itu, pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam 59 sasaran militer Ukraina.

Editor: IKL
TV ZVEZDA via The Sun/Kompas.com
Potongan video yang dipublikasikan televisi Rusia Zvezda menunjukkan rudal hipersonik Kinzhal ditembakkan dari kapal penjelajah dalam sebuah latihan perang. 

PROHABA.CO, MOSKOW - Sejumlah besar senjata dan amunisi yang dikirim ke Kiev oleh negara-negara barat dihancurkan di tenggara Ukraina, Rabu (27/4/2022).

Klaim ini disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dikutip Russia Today, Rabu (28/4/2022). Sebuah gudang militer yang didirikan di wilayah pabrik aluminium industri Zaporozhye dihantam rudal Kalibr.

Rudal jelajah itu ditembakkan dari kapal Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam.

Fasilitas itu menampung "sejumlah besar senjata dan amunisi asing, yang dipasok oleh AS dan negara-negara Eropa untuk tentara Ukraina," kata kementerian itu.

Kemenhan Rusia melaporkan pada hari itu, pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam 59 sasaran militer Ukraina.

Sementara artileri melakukan 573 serangan terhadap pasukan Kiev; 18 drone juga ditembak jatuh di berbagai lokasi.

Baca juga: Pangkalan Militer Ukraina Dirudal Rusia, 180 Tewas

Baca juga: Rudal Rusia Hanya Tersisa 30 % Lagi, Pertahanan Pasukan Putin Mulai Goyah?

Pada Senin, Moskow mengumumkan penghancuran enam pusat traksi kereta api di Ukraina barat.

Instalasi itu digunakan untuk mengirimkan "senjata asing dan perangkat keras militer ke pasukan Ukraina."

Dalam foto-foto yang tersebar di media sosial, rangkaian kereta api yang mengangkut tank memasuki Ukraina dari Polandia.

Tank-tank produksi era Soviet itu hibah dari negara barat, dan ditujukan untuk memperkuat kembali militer Ukraina yang Sebagian besar telah dihancurkan Rusia.

Pada kesempatan lain, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan pihak luar agar tidak ikut campur dalam konflik Ukraina.

Putin menjanjikan reaksi “secepat kilat” terhadap tindakan strategis asing ke Rusia. Moskow akan menggunakan persenjataan paling canggih yang dimilikinya.

Putin menyampaikan peringatan itu saat berbicara kepada anggota parlemen di Moskow.

“Jika seseorang memutuskan campur tangan dalam peristiwa yang sedang berlangsung dari luar dan menciptakan ancaman strategis yang tidak dapat diterima kepada kami, mereka harus tahu respons kami akan cepat, secepat kilat,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved