Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Latih Pasukan Ukraina untuk Menggunakan Artileri M777 Howitzer hingga Drone

Sebanyak 20 tentara Ukraina lainnya menyelesaikan pelatihan sistem pesawat tak berawak hoenix Ghost yang baru dikembangkan, selama sepekan pada Minggu

Editor: IKL
AP
Howitzers tentara Amerika Serikat bersiaga di posisinya saat menjalani latihan perang bersama dengan militer Korea Selatan di Pocheon, tak jauh dari perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara, 10 Maret 2016. 

PROHABA.CO - Militer Amerika Serikat (AS) meningkatkan pelatihan sejatanya untuk pasukan Ukraina.

Menurut laporan The Hill pada Rabu (4/5/2022) sebagaimana dilansir media Rusia, TASS, ratusan militer Ukraina sedang dilatih untuk menggunakan artileri, pesawat tak berawak, dan radar di berbagai tempat di Eropa.

Surat kabar AS itu mengutip sumber dari pejabat Pentagon.

"Sejauh ini lebih dari 220 orang Ukraina telah dilatih tentang artileri AS, khususnya M777 Howitzer," lapor The Hill.

Sebanyak 20 tentara Ukraina lainnya menyelesaikan pelatihan sistem pesawat tak berawak hoenix Ghost yang baru dikembangkan, selama sepekan pada Minggu lalu.

Lalu sebanyak 121 di antaranya dikirim ke Ukraina, jelas surat kabar.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan lebih dari 50 orang Ukraina akan memulai pelatihan mereka akhir pekan ini.

AS dikatakan bertujuan untuk mendapatkan kembali wilayah Ukraina secepat mungkin, sehingga pihaknya melatih orang lain di dalam tentara mereka.

Baca juga: Wilayah Transnistria di Perbatasan Ukraina yang Pro-Rusia

Baca juga: Rusia Hancurkan Gudang Senjata Ukraina di Odessa

Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan dari kepala republik Donbass.

Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi.

AS dan sekutunya menanggapi dengan sanksi berat dan meningkatkan pasokan senjata ke Kyiv.

Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, telah memperingatkan bahwa upaya Barat untuk memiliterisasi Ukraina merupakan ancaman langsung bagi keamanan Eropa dan global.

Moskow memperingatkan negara pemasok senjata Ukraina untuk berhenti mempromosikan pertumpahan darah dan memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka, kata diplomat itu.

Berikut sejumlah update peristiwa invasi Rusia ke Ukraina per-Kamis (5/5/2022), dilansir CNN:

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved