BNN Aceh Musnahkan 6.500 Batang Ganja, Ditanam di Lahan Seluas 3,5 Ha

Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, memusnahkan sekitar 6.500 batang ganja yang ditanami di lahan seluas 3,5 hektare ...

Editor: Muliadi Gani
Foto FOR PROHABA
Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh memusnahkan sekitar 6.500 batang ganja yang ditanami di lahan seluas 3,5 hektare di kawasan pegunungan Gampong Pulo, 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, memusnahkan sekitar 6.500 batang ganja yang ditanami di lahan seluas 3,5 hektare (ha) di kawasan pegunungan Gampong Pulo, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (18/5/2022) siang.

Petugas yang mulai menuju ke areal ladang ganja sekitar pukul 08.00 WIB tersebut baru tiba di sana pukul 13.00 WIB, setelah melewati jalan berbukit, terjal, dan curam.

Begitu tiba di ladang ganja, 85 petugas gabungan BNNP Acehyang turut melibatkan Polres Aceh Besar, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Tim TBO, Dinas Kehutanan Aceh,

Badan Kesbangpol Linmas Aceh Besar serta unsur masyarakat, langsung memusnahkan ribuan batang ganja tersebut di lokasi.

Setelah dicabut dan dicincang sampai ke akar-akarnya, baru kemudian petugas mengumpulkannya di beberapa titik.

Baca juga: Polisi Musnahkan 6 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara, Terkait Kasus Lampung

Baca juga: Tim Mabes Polri Musnahkan Ladang Ganja Siap Panen di Beutong Ateuh

Baca juga: Mengenal Virus Hendra, Penyakit Langka yang Ditularkan dari Kuda ke Manusia

Selanjutnya ganja-ganja siap panen tersebut disirami minyak, lalu dibakar.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Heru Pranoto MSi melalui Kabid Berantas, Kombes Pol Mirwazi MH mengatakan, saat kedatangan petugas di lokasi lahan ganja tersebut, tidak ada seorang pun pelaku berada di lokasi.

Pun demikian, terkait penemuan lahan ganja tersebut tetap dalam penyelidikan pihak BNNP Aceh dan pihak kepolisian.

“Kita sangat mengharapkan masyarakat tidak tergiur dengan aktivitas-aktivitas yang melanggar dan melawan hukum negara dan agama,” ujarnya.

Ia menyeru, lakukan sesuatu yang bermanfaat dengan menanami tanaman palawija serta tanaman-tanaman bermanfaat lainnya.

Bila tertangkap, lanjut Kombes Mirwazi, risiko dan konsekuensi hukum yang akan diterima dan dijalani cukup berat.

Karena itu, ia berharap agar para pelaku sadar dan tidak terlena untuk terus menerus dan menghancurkan Aceh serta masa depan generasi bangsa. (mir)

Baca juga: Thailand Bagikan Bibit Ganja Gratis ke Warga untuk Ditanam

Baca juga: Kabur Saat Resepsi Pernikahan, Ini Pengakuan Pengantin Pria Asal Magetan

Baca juga: Pengawasan UTBK Ketat, Peserta Capai 800.852 Orang

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved