Penyakit Mulut dan Kuku

PMK Menyebar ke 15 Provinsi, BRIN Didesak Segera Dukung dan Fasilitasi Penelitian Wabah Ini

"Fraksi PKS meminta keterlibatan aktif BRIN dalam hal penanganan wabah penyakit PMK ini terutama dalam hal dukungan penelitian."

Editor: IKL
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah sapi berada di kandang penampungan, di Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan (UPT RPH) Ciroyom, Jalan Arjuna, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Dalam upaya mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) khususnya di RPH Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memastikan dokumen surat dan kesehatan hewan ternak yang datang ke RPH Kota Bandung sekaligus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, penyemprotan disinfektan serta menyediakan ruang isolasi untuk hewan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

PROHABA.CO - Penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini telah merebak ke 15 provinsi di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk secara ikut berperan aktif dalam mengatasi virus PMK yang menyerang hewan ternak ini.

"Fraksi PKS meminta keterlibatan aktif BRIN dalam hal penanganan wabah penyakit PMK ini terutama dalam hal dukungan penelitian."

"BRIN sebagai support system dalam hal dukungan riset kepada lembaga negara yang lain harus membuktikan bahwa struktur BRIN yang sekarang lebih baik dari yang sebelumnya dalam hal mendukung sistem nasional iptek," kata Rofik dikutip dari laman resmi dpr.go.id, Rabu (25/5/2022).

Dengan dukungan penelitian ini, diharapkan dapat segera terungkap asal muasal penyakit ini.

Tentunya kedepannya dapat pula disampaikan arahan dalam penanganan wabah secara tepat.

Sebelumnya, sejak April 2022, banyak hewan ternak yang terpapar penyakit ini.

Informasi dari Kementan, sebanyak 6.498 hewan ternak di 10 provinsi dan kabupaten yang terjangkit PMK.

Kesepuluh provinsi itu yaitu Jawa Timur, Aceh, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Banten, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tentu keadaan ini membuat peternak dan pembeli khawatir.

Pasalnya, tidak lama lagi perayaan Idul Adha terlaksana.

Untuk itu, pemerintah harus gerak cepat dalam penanganan wabah ini.

Keterlibatan lembaga riset seperti BRIN diharapkan juga dapat membantu dalam penanganannya.

"Fraksi PKS meminta BRIN cepat dan tanggap dalam memberikan hasil penelitian cepat ini yang diperlukan dalam penanganan wabah dan berkomunikasi secara aktif dengan pemangku kepentingan terkait seperti Kementan, Dinas Peternakan, Rumah Potong, serta Para Peternak sendiri, terutama di daerah yang terkena wabah."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved