Luhut Sang "Menteri Superior" dan Tugas Baru dari Jokowi

Kemelut ketersediaan dan harga minyak goreng kini juga menjadi urusan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan

Editor: Muliadi Gani
Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. 

Sebab, dalam beberapa kesempatan sebelumnya Jokowi juga memberikan Luhut tugas tambahan di luar fungsinya sebagai Menko Marves.

Akan tetapi, sikap Jokowi juga menimbulkan tanda tanya besar tentang mengapa dia selalu mengandalkan Luhut buat mengurus beragam persoalan.

Atau justru malah Jokowi tidak yakin dengan kemampuan sebagian menteri-menterinya tetapi tidak mencari sosok yang tepat buat mengatasi persoalan yang terjadi.

"Bisa jadi memang Luhut satu-satunya sosok yang dipercaya Jokowi terkait persoalab yang perlu penanganan dengan cepat dan urgent.

Bisa pula karena Jokowi tidak percaya dengan Menteri Perdagangan apalagi dengan Menko Perekonomian," kata pengamat politik dari Nusakom Pratama Institut Ari Junaedi, Selasa (24/5).

Ari mengingatkan keputusan Jokowi yang kerap mengandalkan Luhut buat mengurusi beragam persoalan tidak baik secara manajemen birokrasi.

Baca juga: Google Buka 3.000 Beasiswa IT Lulusan D3-S1 Semua Jurusan

Sebab menurut pekerjaan yang bertumpuk kepada satu orang dipastikan tidak akan maksimal dikerjakan, baik dari aspek fungsional dan aspek kelembagaan.

Apalagi tugas yang diberikan kepada Luhut bukan ranah seorang Menko Maritim dan Investasi.

"Publik akan bertanya-tanya apakah memang tidak ada lagi sosok yang kompeten selain Luhut?," ucap Ari.

Di sisi lain, Ari melihat penunjukan Luhut di berbagai posisi oleh Jokowi semakin menegaskan dia bukan menteri biasa.

Sebab dia kerap diserahi bermacam urusan. "Memang sudah berkategorikan 'Menteri Superior' alias Perdana Menteri," ujar Ari.

Menurut Ari, ketimbang memberi tugas baru kepada Luhut sebaiknya Jokowi lebih baik mengganti menteri yang tidak kapabel dengan orang yang baru.

Dalam hal ini Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang seolah tidak berdaya menghadapi persoalan distribusi dan ketersediaan minyak goreng.

(kompas.com)

Baca juga: Imbas Polemik Kelangkaan Minyak Goreng: Ombudsman Bakal Panggil Kemendag

Baca juga: Bawa Patung Tikus Raksasa dan Buku Besar, Massa Buruh: Jokowi-Maruf Gagal Sejahterakan Rakyat

Baca juga: Presiden Jokowi Diminta Tertibkan Menteri yang Bahas Kenaikan Harga BBM

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved