Kasus Binomo, Polisi Sita Aset Indra Kenz Rp 67 M

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih terus menyita aset dari tersangka investasi ...

Editor: Muliadi Gani
ANTARA FOTO/ADAM BARIK
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan (kiri) bersama Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko (kanan) memberikan keterangan kepada media saat gelar barang bukti kasus afiliator Binomo dengan Tersangka Indra Kesuma atau Indra Kenz (tengah) di Bareskrim, Mabes Polri, Jumat (25/3/2022). Dalam acara tersebut petugas kepolisian menghadirkan sejumlah barang bukti berupa uang sejumlah Rp1,24 miliar serta mobil Tesla Model 3. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih terus menyita aset dari tersangka investasi bodong trading binary option via aplikasi Binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz (IK).

Hingga saat ini, total aset yang disita dari Indra Kenz mencapai Rp 67 miliar.

"Penyitaan aset berupa barang dan aset dengan nilai sekitar Rp 67.141.043.715," kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara dalam keterangannya, Kamis (9/6).

Baca juga: Vanessa Khong dan Ayahnya Terancam 5 Tahun Penjara Akibat Terseret Kasus Binomo Indra Kenz

Adapun katagori barang yang disita yakni empat bidang tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp 32.800.000.000.

Kemudian ada dua kendaraan dengan nilai sekitar Rp 3.800.000.000. Kendaraan itu bermerek Tesla dan Ferrari California.

Lebih lanjut, ada 12 jam tangan mewah dengan nilai sekitar Rp 25.345.000.000. "Penyitaan uang sejumlah Rp 5.196.043.715," imbuh Chandra.

Adapun dalam kasus ini, penyidik juga menetapkan 6 tersangka lain yakni adik Indra Kenz Nathania Kesuma; mitra aplikasi Binomo Indra Kenz dan Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich; admin Indra Kenz Wiky Mandara Nurhalim.

Baca juga: 3 Tersangka Binomo Kini Pakai Baju Tahanan, Fakarich, Manajer Binomo, Brian Edgar

Lalu, perekrut Indra Kenz sekaligus Development Manager, Brian Edgar Nababan; pacar Indra Kenz, Vanessa Khong; dan ayah Vanessa Khong, Rudiyanto Pei.

Indra Kenz sendiri ditetapkan sebagai tersangka kasus aplikasi Binomo pada 24 Februari 2022.

Indra Kenz terlibat mempromosikan aplikasi trading Binomo yang merupakan investasi bodong dan judi online.

Saat ini Indraditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Indra dijerat Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP.

(kompas.com)

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Binomo, Fakarich Ditahan di Bareskrim Polri

Baca juga: Uang Fakarich Rp 1,9 Miliar Pemberian Indra Kenz Segera Disita Jadi Barang Bukti Kasus Binomo

Baca juga: Polisi Dalami Unsur Pidana Terkait Viral Video Pasangan Sesama Jenis di Kafe Jakarta Selatan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved