Kasus

Kejagung Hentikan Kasus Anak Curi Sapi Milik Ibunya

Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia mengehentikan kasus pencurian sapi yang dilakukan seorang anak terhadap ibunya ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/RAHEL NARDA
Kejaksaan Negeri Situbondo mendamaikan dan menyelesaikan perkara pencurian yang dilakukan tersangka Samsul Bahri alias Baba bin Suroto yang mencuri sapi dari ibunya, Miswana, secara restoratif justice. Foto: Pusat Penerangan Hukum Kejagung 

PROHABA.CO, JAKARTA - Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia mengehentikan kasus pencurian sapi yang dilakukan seorang anak terhadap ibunya di wilayah Asembagus, SItubondo, Jawa Timur.

Adapun tersangka bernama Samsul Bahri alias Baba bin Suroto mencuri sapi dari ibu kandungnya, Miswana, pada 6 April 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Ketut Sumedana mengatakan, kasus itu telah dihentikan dan diselesaikan secara restorative justice atau keadilan restoratif.

“Berkat kebesaran hatinya, korban Miswana, sebagai ibu tersangka, memaafkan perbuatan anaknya sehingga kasus diselesaikan melalui restorative justice,” kata Ketut dalam keterangannya, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Rico Valentino Dikeroyok Babak Belur, Ibunda Menangis Minta Keadilan

Baca juga: Rihanna Sumbang 15 Juta Dolar AS untuk Keadilan Iklim

Saat ini, tersangka Samsul Bahri telah bebas tanpa syarat usai permohonan yang diajukan disetujui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejagung Fadil Zumhana melalui ekspose secara virtual pada Kamis 9 Juni 2022.

Ketut menyebutkan, alasan pihaknya memberikan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif karena korban adalah orang tua dari tersangka telah memaafkan perbuatan anaknya.

Selain itu, tersangka Samsul Bahri juga disebutkan baru pertama kali melakukan tindak pidana.

“Tersangka di masyarakat terkenal baik dan sering membantu orang tuanya,” tambah Ketut.

Selanjutnya, JAM-Pidum Kejagung memerintahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2).

Baca juga: Keluarga Korban Pelecehan Seks di Takengon Minta Keadilan

Baca juga: Tuntut Keadilan, Ibunda Rico Valentino Sebut Anaknya Hanya Korban

Hal itu berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif pada huruf E poin 2 huruf b.

Adapun dalam aturan itu disebutkan bahwa untuk tindak pidana yang dilakukan terhadap orang, tubuh, nyawa, dan kemerdekaan orang, dapat dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif,

jika tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan tindak pidananya hanya diancam dengan pidana denda atau pidana penjara tidak lebih dari lima tahun.

(kompas.com)

Baca juga: Polres Tamiang Bekuk Tujuh Pencuri Sepmor Jaringan Sumut

Baca juga: Kepergok, Kawanan Pencuri Besi Jembatan Sandera Warga

Baca juga: Tiga Tersangka Pembunuh Gajah di Bunbun Alas Diciduk, Polisi Buru Pencuri Gading

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved