Breaking News:

Luar Negeri

Badai Terjang India, 21 Orang Tewas Tersambar Petir

Sedikitnya 21 orang tewas saat banjir melanda India timur laut dan Bangladesh, yang menyebabkan jutaan rumah terendam air ...

Editor: Muliadi Gani
AFP
Personel tentara Bangladesh mengevakuasi orang-orang yang terkena dampak dari daerah banjir menyusul hujan monsun lebat di Sylhet pada 18 Juni 2022. 

Ibu saya berkata bahwa dia belum pernah melihat banjir seperti itu sepanjang hidupnya.

Asma Akter, wanita lain yang diselamatkan dari air yang naik, mengatakan keluarganya tidak bisa makan selama dua hari.

Air naik begitu cepat sehingga kami tidak bisa membawa barang‑barang kami, katanya.

"Dan bagaimana Anda bisa memasak sesuatu ketika semuanya di bawah air?"

Operasi penerbangan di bandara internasional Osmani di Sylhet telah ditangguhkan selama tiga hari karena air banjir hampir mencapai landasan, menurut Hafiz Ahmed, manajer bandara.

Baca juga: Banjir Bandang di Lawe Beringin Gayo, 288 Rumah dan 9 Fasilitas Umum Rusak

Baca juga: India Disengat Gelombang Panas Ekstrem 49 Derajat C

Bulan lalu, banjir bandang pra‑musim, dipicu oleh aliran air dari hulu di negara bagian timur laut India, melanda wilayah utara dan timur laut Bangladesh, menghancurkan tanaman dan merusak rumah dan jalan.

Negara ini baru saja mulai pulih dari keterkejutan itu, namun hujan baru membanjiri daerah yang sama lagi minggu ini.

Bangladesh, negara berpenduduk 160 juta orang, berada di dataran rendah dan menghadapi ancaman bencana alam terkait perubahan iklim seperti banjir dan angin topan.

Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB, sekitar 17 persen orang di Bangladesh perlu dipindahkan selama dekade selanjutnya atau lebih, apabila pemanasan global terus berlanjut pada tingkat saat ini.

Kedua negara telah meminta militer untuk membantu mengatasi banjir yang parah, yang dapat memburuk karena hujan diperkirakan akan berlanjut selama akhir pekan.

Air dari Sungai Brahmaputra B salah satu sungai terbesar di Asia B menjebol tanggul lumpurnya, sehingga membanjiri 3.000 desa dan lahan pertanian di 28 dari 33 distrik di Assam.

"Kami memperkirakan hujan sedang hingga lebat di beberapa bagian Assam hingga Minggu," kata Sanjay O'Neil, seorang pejabat di stasiun meteorologi di Gauhati, ibu kota Assam.

Volume curah hujan belum pernah terjadi sebelumnya.

Beberapa layanan kereta api dibatalkan di India di tengah hujan yang tak henti‑hentinya selama lima hari terakhir.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved