Berita Aceh Tenggara

Nama Nova Iriansyah Diwacanakan Jadi Nama Jalan Blangkejeren-Kutapanjang

Bupati Gayo Lues (Galus), M Amru, mewacanakan nama jalan Blangkejeren-Kutapanjang atau yang lebih dikenal dengan nama lintas Blangkejeren-Terangun

Editor: bakri
FOTO: FOR PROHABA
Sebuah mobil Toyota Kijang Innova milik warga dari Kutacane terjebak longsor dan nyaris tenggelam material longsor di Tetumpun, Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, lintasan Blangkejeren-Kutacane. Mobil tersebut sudah berhasil dievakuasi 

BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues (Galus), M Amru, mewacanakan nama jalan Blangkejeren-Kutapanjang atau yang lebih dikenal dengan nama lintas Blangkejeren-Terangun, diganti menjadi Jalan Nova Iriansyah.

Diwacanakannya nama Nova Iriansyah sebagai nama jalan, sebagai bentuk penghormatan pemerintah dan masyarakat Gayo Lues kepada Gubernur Aceh satu-satunya yang berasal dari dataran tinggi Gayo.

"Wacana pergantian nama jalan tersebut akan dilakukan jika anggota DPRK Gayo Lues setuju dan sepakat,” ungkapnya.

Alasan lain menjadi nama jalan tersebut diganti dengan nama Nova Iriansyah, kata M Amru, karena selama ini Gubernur Aceh yang masa jabatannya berakhir 5 Juli 2022 itu sudah berjuang mengalokasikan dana untuk proyek multiyears atau tahun jamak di dua raus jalan provinsi di Kabupaten Galus, yakni ruas jalan lintas barat tembus lintas timur.

“Tentu dengan mulusnya akses jalan tembus dari Galus ke kabupaten tetangga lainnya, secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Amru.

Baca juga: Polisi Gerebek Pabrik Mi Berformalin di Bandung

Baca juga: Pakai Ginjal Embrio Bayi Manusia, Vaksin Covid-19 Cansino Haram

Bupati Galus juga mengatakan, akses jalan tembus yang dibangun melalui proyek multiyears tersebut diyakini akan berdampak pada upaya dalam menekan angka kemiskinan di daerah kawasan wilayah tengah Aceh.

Kini proyek multiyears yang berada di dua ruas jalan di Gayo Lues itu sudah hampir rampung sepenuhnya.

"Beliau cukup teguh dan tegar melawan berbagai tekanan saat mengalokasikan anggaran untuk proyek multiyears ini, namun kini masyarakat Galus khususnya dan umumnya warga Aceh wilayah barat maupun pantai timur sudah mulai menikmati mulusnya akses jalan tembus ke Galus dan sebaliknya,"sebutnya.(c40)

Baca juga: Gurita Cerdas karena Punya Gen Mirip Manusia

Baca juga: Sembunyi di Kasur Warga, Pencuri Sepmor Nyerah Usai Letupan Senpi

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved