Berita Jakarta

Mafia Tanah Incar Lahan Kosong, 13 Pegawai BPN Jadi Tersangka Kasus Mafia Tanah

Polda Metro Jaya menangkap 30 tersangka kasus mafia tanah di wilayah Jakarta dan Bekasi

Editor: bakri

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap 30 tersangka kasus mafia tanah di wilayah Jakarta dan Bekasi.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, dari masyarakat sipil hingga pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Setidaknya ada 13 orang pegawai BPN yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian 2 orang Aparatur Sipil Negara pemerintahan, 2 orang Kepala Desa, 1 orang tersangka jasa perbankan, dan 12 orang lainnya adalah warga sipil.

"Total tersangka 30 orang dari hasil penangkapan pekan lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Senin (18/7/2022).

Dari 30 orang tersangka itu, 25 di antaranya sudah ditahan.

Mereka dicokok atas laporan 12 orang yang menjadi korban mafia tanah.

Salah satu korban yang melaporkan praktik kejahatan itu ialah almarhum Ibunda artis Nirina Zubir.

"25 orang ditahan dan lima tidak dilakukan penahanan," kata dia.

Hengki mengatakan, dalam melancarkan aksinya para tersangka memiliki beberapa modus.

Di antaranya adalah mengincar properti berupa tanah kosong atau lahan tidur.

Baca juga: Penangkapan Besar-besaran Mafia Tanah, 27 Orang jadi Tersangka

Baca juga: Hadi Tjahjanto Jadi Menteri ATR, Mantan Kapolda Berharap Kasus Mafia Tanah di Padang Bisa Diungkap

Mereka kerap mengincar lahan kosong yang tak dijaga atau dipasangi pelang kepemilikan yang sah.

"Target-targetnya ini perlu diwaspadai, biasanya adalah lahan-lahan kosong yang tidak dijaga dan tidak dipasang plang," ujar Hengki.

Setidaknya ada lima modus yang kerap dilakukan mafia tanah dalam perampasan tanah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved