Rusia Klaim Tewaskan 100 Tentara Bayaran Asal Polandia dan Jerman di Kharkov.

Rusia mengklaim telah menghancurkan markas tentara bayaran pro Ukraina di sebuah wilayah di Kharkov, Ukraina timur.

Editor: IKL
pixabay
lustrasi. Rudal presisi tinggi Rusia hancurkan sasaran di Ukraina. 

PROHABA.CORusia mengklaim telah menghancurkan markas tentara bayaran pro Ukraina di sebuah wilayah di Kharkov, Ukraina timur.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, serangan rudal berpresisi tinggi dari pasukan Vladimir Putin tersebut menyebabkan Ukraina kehilangan sekitar 160 tentara bayarannya.

"Lebih dari 100 militan dari Polandia serta Jerman tewas, dengan lebih dari 50 terluka," kata pernyataan itu, Senin (15/8/2022).

Dikatakan Angkatan Udara Rusia telah mencapai titik penempatan tentara bayaran di Wilayah Kharkov.

Serangan udara Rusia pada posisi tempur Brigade Mekanik ke-63 Ukraina di Wilayah Kherson mengakibatkan batalyon ke-105 dan ke-107 unit tersebut kehilangan lebih dari 160 pejuang.

Sementara itu, serangan artileri terhadap posisi Brigade Mekanik Ukraina ke-66 di Republik Rakyat Donetsk (DPR) memusnahkan “lebih dari 70 persen personel di batalyon ketiga unit tersebut.”

Serangan presisi tinggi lainnya di dekat pemukiman Ugledar, Vodyanoye dan Dobrovolye, di DPR, yang dilakukan terhadap brigade Mekanis ke-53 dan Infanteri Chaser ke-68 menewaskan lebih dari 260 pejuang.

Pada awal Agustus, kementerian mengklaim bahwa mereka telah melenyapkan “lebih dari 80 tentara bayaran asing dan 11 unit peralatan khusus,” yang merupakan bagian dari 'Legiun Internasional' Ukraina di tenggara Ukraina.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi China Melambat, Imbas dari Kebijakan Covid yang Menyeret Penjualan dan Industri

Baca juga: Yulianty Lazuardi Ibu Boy William yang Jarang Tersorot, Kemungkinan Nikah Lagi jadi Perdebatan.

Sebelumnya, kementerian mengungkapkan bahwa sejak 24 Februari – hari Rusia memulai serangan militernya – lebih dari 7.100 tentara bayaran dari lebih dari 60 negara telah tiba di Ukraina.

Militer mengatakan bahwa mereka secara aktif memantau para pejuang dan spesialis asing, mencatat bahwa jumlah mereka telah dikurangi menjadi 2.190 pada awal Agustus.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved