Kasus
Mengaku Dizalimi, Ferdy Sambo Lakoni Drama Palsu, Berakting Cari Simpati 5 Petinggi
Kasus pembunuhan Brigadir J masih menyedot perhatian masyarakat. Satu per satu fakta baru terungkap dalam kasus penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo
Tak hanya dari Kompolnas yang dipanggil Ferdy Sambo untuk bisa melihat tangisannya.
“Setidaknya ada lima orang.
Diciptakan prakondisi agar orang percaya dengan kondisi itu (baku tembak dan pelecehan),” kata Mahfud.
Mahfud juga telah meminta keterangan dari lima orang yang kala itu dipanggil Ferdy Sambo. “Saya sudah cek pada semua orang yang dipanggil.
Kalimatnya sama, cuma nangis mondar- mandir di samping meja,” jelas Mahfud.
Selain itu, ada kalimat juga yang dilontarkan Ferdy Sambo agar orang percaya kepadanya.
“Kalau saya ada di situ saya tembak sendiri sampai mati,” kata Mahfud, mengutip teriakan Sambo yang dia dapat dari orang-orang yang datang menemuinya.
Baca juga: Mahfud MD Sebut Ada 3 Dugaan Motif Pembunuhan Brigadir J
Sejak itu, ujar Mahfud, akhirnya semakin kuat kesimpulannya bahwa yang terjadi bukan baku tembak di antara ajudan.
“Kompolnas akhirnya saya minta menarik diri dari (skenario) tembak-menembak.
Tidak ada tembak-menembak, yang ada adalah penembakan,” jelasnya.
Belakangan memang tergambar bahwa yang terjadi di rumah dinas itu bukanlah baku tembak seperti cerita pertama yang disampaikan oleh polisi.
Peristiwa sebenarnya adalah pembunuhan berencana, dengan otak pelaku utamanya Irjen Pol Ferdy Sambo.
Komjen ancam mundur Sebelum Ferdy Sambo ditetapkan jadi tersangka, ternyata ada drama yang alot terjadi di internal Polri.
Ada pejabat penting di Mabes Polri dengan pangkat Komjem mengancam akan mundur dari jabatannya, bila Ferdy Sambo tidak ditetapkan jadi tersangka.
Hal itu diungkap Mahfud MD, Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas, pada acara Indonesia Lawyers Club.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-menangis-di-pelukan-Fadil-Imran-di-Mabes-Polri.jpg)