Kasus

Mengaku Dizalimi, Ferdy Sambo Lakoni Drama Palsu, Berakting Cari Simpati 5 Petinggi

Kasus pembunuhan Brigadir J masih menyedot perhatian masyarakat. Satu per satu fakta baru terungkap dalam kasus penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo

Editor: Muliadi Gani
FOTO: REPRO VIDEO
Ferdy Sambo menangis di pelukan Fadil Imran di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (13/7/2022). Ini bagian dari upaya Sambo mencari simpati para petinggi Polri bahwa ia dizalimi Brigadir J. 

Ada pejabat penting di Mabes Polri dengan pangkat Komjem mengancam akan mundur dari jabatannya, bila Ferdy Sambo tidak ditetapkan jadi tersangka.

Hal itu diungkap Mahfud MD, Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas, pada acara Indonesia Lawyers Club.

Dia menyebut, ada seorang jenderal bintang tiga datang dan protes kepada atasannya karena Ferdy Sambo tak kunjung ditersangkakan.

Kalau tidak juga dijadikan tersangka, maka keesokan harinya jenderal bintang tiga itu akan mundur dari jabatan.

Polisi pangkat Komjem itu, ucap Mahfud, beralasan sudah mau pensiun dan tidak ingin kariernya berakhir dengan kisah yang disertai tinta merah.

Baca juga: LPSK: Istri Ferdy Sambo Alami Gangguan Jiwa, Penyidik Mulai Bidik Perannya

“Saya sudah mau pensiun ini, tidak ada gunanya juga kalau saya dicemari tidak mampu ungkap kasus ini,” kata Mahfud menirukan ucapan jenderal tersebut, pada video yang ditayangkan di Channel Indonesia Lawyers Club 12 Agustus.

Desas-desus kisah jenderal yang memegang posisi penting ancam mundur itu sebelumnya sudah riuh beredar.

Namun, baru Mahfud MD yang akhirnya mau membuka suara kisah di balik penetapan Ferdy Sambo menjadi tersangka itu.

Mahfud juga mengisahkan soal Kapolri yang dipanggil oleh Presiden Jokowi sebelum Ferdy Sambo jadi tersangka.

“Senin sebelum pengumuman Sambo tersangka, siang itu Presiden panggil Kapolri, sorenya memanggil saya,” ujarnya.

Presiden, ucapnya, menegaskan lagi bahwa kasus kematian Brigadir J yang mendapatkan atensi besar itu menyangkut marwah negara dan Polri.

“Saya sebagai Presiden percaya Kapolri bisa menyelesaikan ini, karena ini sebenarnya masalah sederhana, tetap harus cepat,” kata Mahfud menirukan ucapan Presiden.

Artinya, kata Mahfud, kalau tidak diselesaikan dengan cepat, maka bisa ada masalah.

“Akhirnya diumumkan besoknya,” jelas Mahfud.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved