Kebakaran di Banda Aceh

Rumah Ulama Aceh Tu Bulqaini di Kompleks Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah Luengbata Terbakar

Rumah ulama Aceh, Tu Bulqaini yang berada di kompleks di Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah di bawah pimpinannya, di Gampong Luengbata, terbakar

Editor: Misran Asri
DOK DPKP Kota Banda Aceh
Petugas damkar saat memadamkan api pada rumah Tu Bulqaini yang terbakar di Kompleks Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah, Gampong Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu (20/8/2022) siang. 

Rumah ulama Aceh, Tu Bulqaini yang berada dalam satu kompleks di Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah di bawah pimpinannya, di Gampong Luengbata, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, terbakar.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Rumah ulama Aceh, Tu Bulqaini yang berada dalam satu kompleks di Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah di bawah pimpinannya, di Gampong Luengbata, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, terbakar.

Rumah panggung berkonstruksi kayu tersebut habis dimangsa di jago merah Sabtu (20/8/2022) siang tadi, sekitar pukul 14.00 WIB.

Bangunan bercorak Rumoh Aceh tradisional itu merupakan hunian Tgk Bulqaini (57) atau lebih dikenal Tu Bulqaini Tanjungan, pimpinan pesantren tersebut yang juga seorang ulama Aceh.

Berdasarkan informasi dari saksi mata, Muhammad Edi Ruslan, yang juga Humas Dayah/Pesantren Markaz Al Ishlah Al Aziziyah, kebakaran itu terjadi dengan begitu cepat.

Tidak diketahui pasti, titik pertama kali munculnya api.

Katanya, saat ia melihat, api sudah membesar di salah satu ruangan rumah panggung itu.

Karena bangunannya berkontruksi kayu, api pun dengan cepat ke seluruh penjuru rumah dan menghanguskan semua bangunan beserta isinya.

Baca juga: Kebakaran Rumah Kos di Tambora, Enam Orang Tewas dan Lainnya Luka-luka

Baca juga: Aceh Masuk Puncak Kemarau, Kebakaran Lahan Terjadi di Trumon Aceh Selatan, 100 Pohon Sawit Terbakar

Baca juga: Aceh Mulai Masuk Puncak Kemarau, Potensi Kebakaran Cukup Besar, BMKG Ingatkan Hall ini

Saat kejadian, Tu Bulqaini sedang tidak berada di rumah.

Kata Muhammad Edi Ruslan, saat kejadian pimpinan dayah sedang berada di Lhokseumawe dalam rangka dakwah tahun baru Islam.

Setelah mendapatkan informasi kebakaran dari pihak pesantren, Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh langsung menerjunkan lima unit mobil kebakaran ke lokasi.

Raungan armada Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh terdengar di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta saat peristiwa itu terjadi. 

Umumnya armada pemadam kebakaran itu dikerahkan dari Pos Induk DPKP Kota Banda Aceh di kawasan Geuce Meunara, Kecamatan Jaya Baru. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved