Tahukah Anda

Mengapa Pelangi Memiliki 7 Warna?

Pelangi terbentuk ketika cahaya yang terpancar dari matahari bersentuhan dengan tetesan air di atmosfer. Tatkala cahaya bertemu dengan tetesan air,...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: PIXABAY
Ilustrasi pelangi. 

PROHABA.CO - Banyak orang mengagumi pelangi karena kesemarakan warnanya dan selalu muncul dalam konfigurasi setengah lingkaran.

Tapi, tahukah Anda pelangi itu terbentuk dari apa?

Pelangi terbentuk ketika cahaya yang terpancar dari matahari bersentuhan dengan tetesan air di atmosfer.

Tatkala cahaya bertemu dengan tetesan air, cahaya dibiaskan pada batas udara dan air, memasuki tetesan hingga cahaya tersebar menjadi warna-warna pelangi. 

Efek pelangi terjadi karena cahaya kemudian dipantulkan di dalam tetesan dan akhirnya dibiaskan kembali ke udara.

Lalu, kenapa pelangi memiliki tujuh warna?

Dilansir dari Canon Science Lab, pelangi memiliki tujuh warna karena tetesan air di atmosfer memecah sinar matahari menjadi tujuh warna. 

Baca juga: 3 Pencuri HP Pengunjung di Objek Wisata Pantai Pelangi Ditangkap, Polisi Amankan Parang

Sebuah prisma juga membagi cahaya menjadi tujuh warna.

Ketika cahaya meninggalkan satu medium dan memasuki medium lain, cahaya mengubah arah rambatnya dan membelok. Fenomena Ini disebut refraksi. 

Namun, karena perbedaan indeks bias, sudut bias ini berbeda-beda untuk setiap warna atau sesuai dengan panjang gelombang cahaya. 

Perubahan sudut bias atau indeks bias sesuai dengan panjang gelombang cahaya ini disebut dispersi. 

Dalam media konvensional, semakin pendek panjang gelombang (atau semakin biru cahaya), maka semakin besar indeks biasnya.

Tetesan air memantulkan cahaya yang dibiaskan.

Baca juga: Mengapa Matahari yang Menjadi Pusat Tata Surya, Bukan Bumi?

Baca juga: Badai Matahari Menerjang Bumi, Sebabkan Kekacauan Sinyal Radio

Sinar matahari yang mengenai tetesan air di atmosfer akan dibiaskan pada permukaan tetesan dan masuk ke dalam tetesan tersebut. 

Ketika proses pembiasan terjadi, cahaya pecah menjadi tujuh warna di dalam tetesan air dan selanjutnya dipantulkan ke permukaan tetesan lainnya setelah berjalan di dalamnya. 

Dalam pemantulan, sudut pantul sama dengan sudut datang yang berarti bahwa cahaya pantul merambat pada lintasan yang telah ditentukan dengan tetap mempertahankan perbedaan sudut bias. 

Cahaya dibiaskan lagi ketika keluar dari tetesan, lebih lanjut menekankan dispersi. 

Pantulan utama dari pelangi utama dan pantulan sekunder dari pelangi tambahan yang sedikit lebih gelap menyebarkan cahaya ke dalam tujuh warna yang dapat dilihat mata manusia. (Kompas.com)

Baca juga: Astronom Berhasil Temukan Komet Terbesar di Tata Surya

Baca juga: Tergiur Upah Rp 250 Juta, Satu Keluarga Surabaya Jadi Kurir Narkotika Antarpulau

Baca juga: Sesosok Mayat Ditemukan di Sungai dengan Kondisi Tangan dan Kaki Terikat, Ternyata Warga

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved