Pakistan Dilanda Banjir Bandang, Lebih dari 1000 Orang Meninggal dan Ratusan Korban Dievakuasi

Menurut keterangan Menteri Perubahan Iklim Pakistan, Sherry Rehman, setidaknya 33 juta orang telah terkena dampak.

Editor: IKL
Al Jazeera
Orang-orang berjalan di jalan yang rusak akibat banjir di Madian di Lembah Swat, Pakistan. [Abdul Majeed/AFP]. 


“Alhamdulillah, kami aman sekarang di jalan yang cukup tinggi ini dari daerah banjir,” katanya kepada kantor berita The Associated Press.

“Tanaman kami hilang dan rumah kami hancur, tetapi saya bersyukur kepada Allah bahwa kami masih hidup dan saya akan memulai kembali kehidupan bersama putra-putra saya.”

Bantuan Berdatangan

Keluarga pengungsi menerima makanan dan berlindung di pinggir jalan setelah meninggalkan rumah mereka yang dilanda banjir, di pinggiran Peshawar, Pakistan. [Mohammad Sajjad/AP Photo] (Al Jazeera)
Keluarga pengungsi menerima makanan dan berlindung di pinggir jalan setelah meninggalkan rumah mereka yang dilanda banjir, di pinggiran Peshawar, Pakistan. [Mohammad Sajjad/AP Photo] (Al Jazeera) 


Pemerintah Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan meminta bantuan internasional.

Kementerian Dalam Negeri Pakistan mengatakan, pemerintah telah mengerahkan tentara untuk membantu operasi bantuan dan penyelamatan di daerah-daerah yang dilanda banjir, Jumat (26/8/2022).

Ada empat provinsi yang mengalami dampak banjir terparah, termasuk provinsi barat daya Balochistan yang paling parah dilanda bencana.

 
Jumlah pasti pasukan dan lokasi operasi bantuan akan ditentukan oleh provinsi dan pemerintah.

Sementara itu, pusat bantuan banjir sedang didirikan di berbagai bagian wilayah Pakistan untuk membantu pengumpulan, pengangkutan dan distribusi barang bantuan banjir kepada para korban.

Pasukan tentara juga membantu orang mengungsi ke tempat yang lebih aman, menyediakan tempat berlindung, makanan dan perawatan medis kepada mereka yang terkena dampak banjir.

Provinsi selatan Sindh, yang dilanda banjir parah, telah meminta 1 juta tenda, sementara provinsi Balochistan yang berdekatan telah meminta 100.000 tenda.

Orang-orang yang terlantar akibat banjir berdiri di luar tenda sementara yang didirikan di sepanjang jalan di Sukkur, provinsi Sindh, Pakistan. [Asif Hasan/AFP] (Al Jazeera)
Orang-orang yang terlantar akibat banjir berdiri di luar tenda sementara yang didirikan di sepanjang jalan di Sukkur, provinsi Sindh, Pakistan. [Asif Hasan/AFP] (Al Jazeera) ()

Akibat banjir ini sebagian besar wilayah provinsi Balochistan terputus dari listrik, gas dan internet.

"Prioritas Pakistan saat ini adalah bencana kemanusiaan yang disebabkan oleh iklim dengan proporsi epik ini," kata Rehman.

Ia juga mendesak masyarakat internasional untuk memberikan bantuan mengingat sumber daya Pakistan yang terbatas.

Pada Minggu (28/8/2022), bantuan pertama tiba dari Turki dan Uni Emirat Arab yang membawa tenda, makanan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Baca juga: BBM Subsidi Jenis Pertalite Diisukan Naik Harga, Masyarakat Diminta Berhemat

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved