6 Terdakwa Pengeroyok Ade Armando Kabarnya Dianiaya di Dalam Sel, Ini Penjelasan Karutan Salemba

Kabar dugaan penganiayaan yang dialami 6 terdakwa kasus penganiayaan Ade Armando di dalam Sel Rutan Salemba menjadi sorotan.

Editor: IKL
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Ade Armando saat menjalani sidang sebagai saksi terkait kasus pengeroyokan dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2022). 

PROHABA.CO, JAKARTA - Kabar dugaan penganiayaan yang dialami 6 terdakwa kasus penganiayaan Ade Armando di dalam Sel Rutan Salemba menjadi sorotan.

Kepala Rutan Kelas 1 Salemba Jakarta Pusat, Fonika Affandi meluruskan informasi yang juga sempat beredar dalam pemberitaan media online.


Berita itu menyebut disebutkan bahwa enam terdakwa yakni Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja sudah ditahan sekitar empat bulan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

Fonika meluruskan jika keenam orang tersebut memang secara administrasi ada di rutan. Tetapi, secara fisik masih berada atau tinggal di tahanan Polda Metro Jaya.

"Jadi perlu diluruskan bahwa nama-nama yang ada dalam berita tersebut, memang secara administrasi ada di data Rutan Salemba, namun secara fisik orang-orang tersebut masih ditahan di Polda Metro. Jadi mereka belum pernah berada di Rutan Salemba," kata Fonika Affandi, Selasa (30/8/2022).

Sebagai informasi, informasi enam terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando menyatakan mendapat siksaan selama berada dalam tahanan.

Hal itu dibacakan dalam nota pembelaan saat sidang PN Jakarta Pusat lusa kemarin.

Baca juga: Ungkap Rencana Masa Depan dengan Thariq, Fuji: Jadi Orang Tua yang Nggak Terlalu Ngekang Anak

Baca juga: Oknum Mahasiswa Menjadi Agen Chip Higgs Domino, Ditangkap oleh Personel Satuan Reskrim Nagan Raya

"Kami juga sudah merasakan apa yang dirasakan oleh Bapak Ade Armando. Kami juga tersiksa batin kami, kami juga dipukuli walaupun kami tidak ungkap kemarin-kemarin," ujar terdakwa Dhia Ul Haq saat menyampaikan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (29/8/2022).

 
Sebelumnya enam terdakwa pengeroyok Ade Armando dituntut JPU penjara dua tahun karena dianggap melanggar Pasal 170 Ayat (2) KUHP sebagaimana dakwaan primer dan Pasal 170 ayat (1) KUHP.

Kasus ini bermula saat demo di depan Gedung DPR RI pada 11 April 2022 lalu.

Pegiat media sosial Ade Armando juga hadir dalam aksi demonstrasi itu.

Namun, ia menjadi korban pengeroyokan saat demo itu berujung ricuh karena disusupi sejumlah provokator. 

Saat itu, diduga pelaku adalah bagian dari demonstran yang tak puas dengan massa mahasiswa yang membubarkan diri usai ditemui perwakilan Anggota DPR.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6 Terdakwa Pengeroyok Ade Armando Kabarnya Dianiaya di Dalam Sel, Ini Penjelasan Karutan Salemba,

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved