Kriminal

Penjewer Bayi di Medan Ternyata Seorang Dokter

Perempuan yang menjewer telinga anak usia 1,5 tahun di Medan ternyata seorang dokter. Kepada polisi dia mengaku gemas dengan korban ...

Editor: Muliadi Gani
INSTAGRAM.COM/DEBMANURUNG
(KIRI) Video detik-detik seorang wanita jewer anak tetangga hingga memar di Kota Medan dan (KANAN) Kondisi telinga Baby B yang jadi korban kekerasan tetangganya. 

PROHABA.CO, MEDAN - Perempuan yang menjewer telinga anak usia 1,5 tahun di Medan ternyata seorang dokter.

Kepada polisi dia mengaku gemas dengan korban.

Meski tersangka, dokter itu tidak ditahan.

Dikonfirmasi melalui telepon pada Rabu (31/8) siang,

Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol T Fathir Mustafa mengatakan, hal tersebut diungkapkan tersangka N saat diperiksa.

"Saat pemeriksaan yang bersangkutan mengaku sebagai dokter," tutur Fathir.

Saat ini pihaknya masih terus mendalami motif pelaku menjewer korban saat menggendongnya hingga menyebabkan luka memar.

Baca juga: 6 Terdakwa Pengeroyok Ade Armando Kabarnya Dianiaya di Dalam Sel, Ini Penjelasan Karutan Salemba

Namun sementara ini, pelaku mengaku perbuatannya didasari karena gemas.

"Berdasarkan pengakuannya, alasan dia menjewer itu karena gemas," ucap dia.

Dokter N, sambung dia, memang sudah menjadi tersangka.

Namun karena ancaman pidananya di bawah 5 tahun, tidak dilakukan penahanan.

"Tidak ditahan karena itu. Ancaman hukumannya 3 tahun," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dokter N ditangkap di rumahnya pada Senin (29/8) malam atas laporan orangtua korban yang keberatan anak bayinya dijewer berulangkali hingga luka memar.

Baca juga: Bripda AP Pergoki Istrinya Selingkuh dengan Anak Kades

Perbuatan tersangka terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.

Terlihat pelaku menggendong korban kemudian menjewernya berulangkali hingga lehernya terhentak.

Jeweran itu meninggalkan bekas memar di telinga korban.

Peristiwa terjadi di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang pada 22 Agustus 2022 sore.

Korban masih berusia 1,5 tahun.

Kasus itu dilaporkan orangtua korban dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

(kompas.com)

Baca juga: Seorang Bocah SD Tewas Dianiaya Enam Temannya, Orangtua Korban Diancam Kepsek 

Baca juga: Diduga Tewas Dianiaya, Makam Sarijan Dibongkar Tim Forensik

Baca juga: Panglima TNI: Sertu Bayu Diduga Tewas Dianiaya 2 Perwira

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved