Kasus Penipuan Bibit Porang, Sekdes Aceh Timur Ditangkap

Polisi menangkap Sekretaris Desa Seunebok Tengoh, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, yang berinisial TA pada Senin (5/9). TA diduga ...

Editor: Muliadi Gani
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

PROHABA.CO, LANGSA - Polisi menangkap Sekretaris Desa Seunebok Tengoh, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, yang berinisial TA pada Senin (5/9).

TA diduga menipu warga Kota Langsa, Aceh, dengan modus kerja sama budidaya umbi porang.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur, AKP Miftahuda Dizha Fezuno, mengatakan saat ini oknum perangkat desa itu sudah berstatus sebagai tahanan.

Kasus ini berawal pada April 2021, saat korban mendatangkan bibit porang dari Jawa Timur sebanyak 44 truk.

Baca juga: Polisi Gadungan yang Ditangkap Gunakan Uang Rp 506 Juta Hasil Penipuan untuk Berfoya-foya

“Bibit itu akan ditanam di Desa Seunebok Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur seluas 90 hektar.

Lalu Januri 2022 korban melihat kejanggalan, di lahan TA juga ada tanaman porang,” kata MIftahuda dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Ternyata, bibit itu diambil dari milik korban.

Merasa ditipu, korban melapor ke Mapolres Aceh Timur pada 27 Januari 2022.

Baca juga: 8 Pekerja Tersetrum Saat Pasang Lampu PJU, 3 Tewas dan 5 Kritis

“Pelaku tiga kali kita panggil tidak pernah datang hingga kita terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk pelaku.

Lalu, belakangan kita dapat informasi bahwa pelaku ada di rumahnya, sehingga kita tangkap,” terangnya.

Dia menyebutkan pelaku dijerat dengan Pasal 372 Jo Pasal 374 Jo Pasal 363 ayat 1 ke ke-4 Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman 7 (tujuh) tahun penjara.

“Berkasnya hampir rampung dan segera kita limpahkan ke kejaksaan,” pungkasnya.

(kompas.com)

Baca juga: Ternyata Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan Ditembak oleh Rekannya Sesama Polisi

Baca juga: Kenalan Lewat Facebook, Janda Muda Asal Gresik Ditipu Pria Beristri, Sepmornya Dirampas

Baca juga: Pasutri Terseret Kasus Penipuan Beras Rp 5,4 M Dihukum 78 Bulan Penjara

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved