13 Prajurit Kostrad Tersangka Pengeroyokan Warga Sipil di Salatiga, Kini Ditahan Denpom

Sebanyak 13 prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ditetapkan sebagai tersangka

Editor: Misran Asri
HANDOUT
Ilustrasi penganiayaan - Sebanyak 13 prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan warga sipil di Salatiga, Jawa Tengah. 

Sebanyak 13 prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan warga sipil di Salatiga, Jawa Tengah.

PROHABA.CO, JAKARTA - Sebanyak 13 prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan warga sipil di Salatiga, Jawa Tengah.

Penetapan status tersangka bagi 13 prajurit Kostrad itu dilakukan oleh Polisi Militer TNI Angkatan Darat.

“Sudah (ditetapkan tersangka), sementara 13 (prajurit),” kata Komandan Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Budi melalui pesan singkat, Jumat (9/9/2022).

Pengeroyokan oleh prajurit TNI itu membuat seorang warga sipil di Salatiga, tewas.

Budi mengatakan, para tersangka saat ini sudah ditahan di Detasemen Polisi Militer IV/3 Salatiga.

“Ditahan di Denpom IV/3 Salatiga,” imbuh dia.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, 13 anggota Kostrad TNI sudah memenuhi bukti sebagai terduga pelaku pengeroyokan di Salatiga, Jawa Tengah.

"Oh iya, proses. Ada 13 orang yang memenuhi bukti permulaan sebagai pelaku," beber Andika saat ditemui usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2022).

Andika menyebut, pihaknya bakal mengubah dan mengevaluasi kultur di internal TNI menyusul kasus pengeroyokan maupun mutilasi oleh prajurit di Mimika, Papua.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved