Haba Medan

Jadi Kurir Sabu, Pria Asal Kecamatan Medan Timur Diadili di PN Medan, DPO Masih Dicari Polisi 

Pengadilan Negeri (PN) Medan, mengadili Anwar (32) warga Jalan Dua Lingkungan 10, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Kota Meda

Editor: Misran Asri
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi sabu-sabu 

Pengadilan Negeri (PN) Medan, mengadili Anwar (32) warga Jalan Dua Lingkungan 10, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

PROHABA.CO, MEDAN -  Pengadilan Negeri (PN) Medan, mengadili Anwar (32) warga Jalan Dua Lingkungan 10, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Pasalnya Anwar, nekat menjadi kurir sabu, sehingga dia akhirnya ditangkap dan Jumat (16/9/2022) tadi, menjalani persidangan di PN Medan.

Anwar nekat menjadi kurir sabu dan diamankan pada saat anggota kepolisian mendapat informasi bahwa adanya pengedaran narkotika jenis sabu di Jalan Miring Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan Timur Kodya Medan.

Ketika JPU menanyakan dari mana asal barang tersebut, terdakwa mengaku menerima dari temannya 

"Saya dapat dari Apek," ucap Anwar

Jaksa Penutut Umum (JPU) Nalom T P Hutajulu saat menuturkan dakwaannya bahwa pada Senin 30 Mei 2022 sekira pukul 18.00 WIB saksi P. Karo-karo, saksi Azriady dan saksi Eko Setiawan dari Polrestabes Medan mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdakwa ada melakukan transaksi jual narkotika jenis sabu di Jalan Miring Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan Timur Kodya Medan.

Baca juga: Pengedar dan Kurir Sabu di Pelalawan Jual Sabu ke Polisi, Barang Bukti 9,28 gram Diamankan

Baca juga: Mengaku untuk Jaga-jaga, Kurir Sabu Miliki 2 Senpi

Baca juga: BNN Babel Tangkap Kurir Sabu Jaringan Sumatera Asal Aceh

Mendapat informasi tersebut, para saksi melakukan penyelidikan ke tempat tersebut dan sesampainya lokasi, para saksi melihat Iwan (DPO) yang merupakan teman terdakwa bertugas sebagai piket jualan narkotika jenis sabu.

"Saksi Eko datang menghampiri Iwan tersebut sedangkan saksi P. Karo-karo bersama saksi Azriady,SH memantau dari kejauhan tempat kejadian, lalu para saksi melihat saksi Eko Setiawan menyerahkan uang sebesar Rp 50 ribu kepada Iwan, dan kemudian Iwan pergi ke arah belakang. Saat polisi tersebut menunggu di depan, Iwan tak kunjung datang," bebernya.

Kemudian para polisi tersebut masuk ke arah belakang dan menjumpai terdakwa dan langsung menangkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved