Kepanikan Landa Warga di Kabupaten Bogor, Tiba-tiba Tanah dan Dinding Rumah Retak

Kepanikan melanda warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Editor: Misran Asri
Tribunmadura/Aflahul Abidin
Ilustrasi - Tanah bergerak di Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek yang mengakibatkan rumah warga dan masjid retak-retak, Jumat (27/12/2019). 

Bersama keluarganya, dia pun lari ke tempat yang lebih aman agar tidak jatuh korban.

"Kami langsung mengungsi ke lapangan bola. Ternyata jalanan dan jembatan juga rusak parah karena pergeseran tanah," ucapnya.

Menurut Jaji, sebelum bencana pergerakan tanah yang masif ini, memang sudah terdeteksi retakan di rumahnya.

"Sebelumnya ada retakan tetapi kecil. Saat bencana ini baru terlihat membesar," paparnya.

Juji beruntung rumahnya masih bisa ditinggal paska bencana ini.

"Alhamdulilah, masih bisa dihuni. Kami tidak mengungsi," ungkap Jaji.

Dia menilai bencana ini terjadi karena masifnya perizinan villa di wilayah ini sehingga hutan menjadi gundul.

"Lihat saja, banyak bangunan vila di sekitar sini, tidak ada hutan lagi. Ini yang jadi penyebab bencana," tandas Jaji.

Mengungsi

Puluhan warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengungsi ke lapangan Desa Bojong Koneng sejak Kamis (15/9/2022).

Mereka meninggalkan rumah setelah bencana pergeseran tanah menimpa wilayah mereka.

Pantauan Wartakotalive.com, Minggu (18/9/2022), ada beberapa ibu dan anak tampak mendiami tenda pengungsian di Kampung Curug.

Ros (27), warga RT O1/RW 15 Kampung Curug, mengatakan dia terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak parah.

"Rumah saya rusak parah, kondisinya miring karena tanah amblas," kata Ros di Kampung Curug, Minggu (18/9/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved