Tahukah Anda

Waspada, Tren Diabetes Mengintai Orang Berusia 30-an

Pakar kesehatan memperingatkan bahwa orang-orang yang berusia 30-an dapat mengidap diabetes tanpa mereka sadari. Untuk mengurangi risiko tersebut, ...

Editor: Muliadi Gani
Foto: Gettymages
Ilustrasi Cek Diabetes 

PROHABA.CO - Pakar kesehatan memperingatkan bahwa orang-orang yang berusia 30-an dapat mengidap diabetes tanpa mereka sadari.

Untuk mengurangi risiko tersebut, mereka harus mempertimbangkan jumlah asupan karbohidrat yang mereka konsumsi setiap harinya.

Dikutip dari Independent, Selasa (20/9/2022), Profesor Joan Taylor dari De Montfort University menyebut, pedoman konsumsi karbohidrat saat ini adalah sepertiga dari apa yang kita makan.

Menurutnya, jumlah konsumsi karbo tersebut harus direvisi menjadi sekitar 10 persen.

Dengan pengurangan itu, bukan hanya membuat seseorang kehilangan berat badan, tetapi dapat mengurangi risiko diabetes 2.

Baca juga: Bagi Anda Penderita Diabetes 15 Jenis Makanan Aman Dikonsumsi, Mulai Brokoli Sampai Kacang

"Jika Anda mengurangi karbohidrat hingga 10 persen, maka itu tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi glukosa darah Anda turun menjadi normal, yang merupakan hal baik untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2," papar Taylor.

Sebagai contoh, saat ini saja, data dari Diabetes United Kingdom memaparkan pada tahun 2021 sekitar 4,1 juta orang hidup dengan diagnosis diabetes jenis apa pun.

Lalu masih ada tambahan 850.00 yang memiliki diabetes tipe 2, tetapi belum didiagnosis.

Jika tidak ada perubahan, 5,5 juta orang di Inggris akan menderita diabetes pada tahun 2030.

Namun, Taylor berpendapat, jumlah penderita bisa saja lebih besar karena ia berpikir sebanyak satu dari sepuluh orang bisa terkena diabetes tanpa menyadarinya.

Baca juga: Cara Mencegah Komplikasi Diabetes: Rutin Minum Obat hingga Periksa Mata Secara Teratur

"Jika berbicara dengan ahli diabetes, mereka akan memberi tahu bahwa kebanyakan orang berusia 30-an berisiko.

Dan menambah berat badan saat ini akan membuat sindrom metabolik yang menjadi jalan menuju diabetes," terang Taylor.

Sindrom metabolik adalah istilah medis untuk kombinasi diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa diet, aktivitas fisik, dan penurunan berat badan yang berkelanjutan dapat secara efektif mengurangi risiko diabetes tipe 2 sekitar 50 persen.

(Kompas.com)

Baca juga: Apakah Kurma Aman untuk Penderita Diabetes?

Baca juga: Bayi Lahir Berat Badan Rendah Berisiko Hipertensi dan Diabetes saat Dewasa

Baca juga: Simak 7 Manfaat Hebat Konsumsi Buah Naga: Cegah Diabetes hingga Kanker

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved