Kepala dan Tulang Babi Hutan Kerap Dibuang ke Tumpukan Sampah, Ditemukan Hampir Setiap Bulan

Kepala babi beserta tulang berulangnya dibuang di tumpukan sampah di rumah singgah sampah Cipanas dan dilakukan setiap bulan.

Editor: Misran Asri
Dok. Rumah Singgah Sampah Cipanas
Tulang belulang dan kepala babi hutan kerap ditemukan petugas Rumah Singgah Sampah Cipanas, Cianjur, Minggu (25/9/2022). 

Kepala babi beserta tulang berulangnya dibuang di tumpukan sampah di rumah singgah sampah Cipanas dan dilakukan setiap bulan.

PROHABA.CO, CIANJUR - Kepala babi beserta tulang berulangnya dibuang di tumpukan sampah di rumah singgah sampah Cipanas dan dilakukan setiap bulan.

Dugaan kepala dan tulang berulang babi hutan tersebut dibuang oleh orang yang sama dan temuan untuk yang kesekian kalinya pada Minggu (25/9/2022) cukup menghebohkan warga.

Koordinator Rumah Singgah Sampah Cipanas, Dede Ihsan, belum diketahui motif dari pembuangan tulang belulang dan kepala babi hutan tersebut.

Namun dilihat dari kondisi, tulang belulang dan kepala babi hutan selalu terlihat masih segar.

"Darahnya saya telusuri selalu berceceran, saya menduga yang membuang ini menggunakan sepeda motor," ujar Dede melalui sambungan telepon, Minggu (25/9/2022) sore.

Dede mengatakan, terakhir ia menemukan tulang belulang dan kepala babi hutan pada Jumat akhir pekan kemarin.

Dede mengatakan, ia menjadi bertanya-tanya apa maksud dan tujuan dari pembuang bangkai babi hutan tersebut.

Baca juga: Bangkai Cumi-Cumi Raksasa Ditemukan di Afrika Selatan

Baca juga: BKSDA Temukan Bangkai Gajah di Hutan Aceh Utara

Baca juga: Tujuh Bunga Bangkai Mekar di Lereng Gunung Merapi

"Apakah ada kebiasaan atau ada hal lainnya saya kurang tahu. Namun ini saya hitung sudah berlangsung selama enam bulan, dan ada setiap bulannya," katanya.

Petugas menemukannya di pagi hari.

Di lihat dari tetesan darah, datangnya tulang belulang tersebut dari arah barat atau dari arah Puncak.

"Jadi tukang belulang dan kepala babi hutan tersebut selalu dimasukkan ke dalam karung," katanya.

Dede mengatakan, bukan hanya satu karung babi hutan yang ia temukan, namun pernah lebih dari satu karung.

"Terakhir saat kami bersih-bersih di protokol Desa Sindang Jaya tepatnya di sebelah hotel, di situ kami menemukan kurang lebih delapan karung, bahkan masih ada darahnya," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved