Perdagangan Bayi

Berkedok Yayasan Ayah Sejuta Umat, TikToker Ini Jual Setiap Bayi dari Bumil tanpa Suami

Seorang TikToker di Ciseeng, Kabupaten Bogor, berinisial SH (32) terlibat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yakni, perdagangan bayi

Editor: Misran Asri
Kompas.com/Istimewa
Suhendra (32), pria yang menjalankan bisnis jual beli bayi dengan modus adopsi di Bogor saat diamankan polisi. Tersangka juga membuat konten Ayah Sejuta Anak untuk menarik perhatian wanita hamil tanpa suami. 

Seorang TikToker di Ciseeng, Kabupaten Bogor, berinisial SH (32) terlibat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yakni, perdagangan bayi dari setiap ibu hamill (bumil) tanpa suami.

PROHABA.CO, CISEENG - Seorang TikToker di Ciseeng, Kabupaten Bogor, berinisial SH (32) terlibat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yakni, perdagangan bayi dari setiap ibu hamill (bumil) tanpa suami.

Pelaku akhirnya diringkus polisi setelah serangkaian penyelidikan dilakukan personel Satuan Reskrim Polres Bogor.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku SH berdalih sebagai sosok 'Ayah Sejuta Anak'. Sebagai TikToker, pelaku kerap mempublikasi aktivitasnya di media sosial TikTok.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan menjelaskan, kasus perdagangan anak ini berawal dari laporan yang diterima Polres Bogor.

Kemudian dibentuk tim dan dilakukan penyelidikan.

Pelaku ini, kata dia, dalam perbuatannya mengumpulkan para ibu hamil dengan sasaran ibu hamil tanpa suami dengan cara pelaku mempublikasikan informasinya via media sosial.

Kemudian nantinya setelah proses persalinan, pelaku mengiming-imingi bayi akan diserahkan ke orang lain untuk di adopsi, namun hal itu dilakukan secara ilegal.

Baca juga: Polres Batubara Meringkus Tiga Tersangka Perdagangan Manusia 

Baca juga: Ramai Prostitusi di Kalangan Artis, Psikolog Ungkap Kemungkinan Adanya Perdagangan Manusia

"Proses adopsinya sendiri itu dilakukan secara ilegal dan orang yang mengadopsi tersebut dimintai uang sebesar Rp 15 Juta dari setiap satu anak yang diadopsi," kata AKBP Iman Imanuddin.

Dalam pengungkapan ini, Iman mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Sosial Kabupaten Bogor berhasil menyelamatkan 5 orang ibu hamil dari penampungan milik pelaku.

Termasuk pula seorang bayi yang sudah 'dijual' oleh pelaku ke Lampung.

"Satu orang yang sudah diadopsi secara ilegal atau dijual si pelaku ke wilayah Lampung juga sudah diselamatkan dan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor," kata AKBP Iman Imanuddin.

Atas kasus ini, pelaku dijerat Pasal 83 jo Pasal 76 huruf F UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 300 Juta.

Kapolres mengatakan bahwa kasus ini sementara masih akan dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved