Penggunaan Pertalite Setelah Alami Kenaikan Dirasa Lebih Boros, Begini Penjelasan

Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dinilai lebih boros dan cepat sekali terkuras dai tangki kendaraan pascakenaikannya beberapa waktu lalu.

Editor: Misran Asri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ilustrasi dorong sepeda motor 

Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dinilai lebih boros dan cepat sekali terkuras dai tangki kendaraan pascakenaikannya beberapa waktu lalu.

PROHABA.CO - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dinilai lebih boros dan cepat sekali terkuras dai tangki kendaraan pascakenaikannya beberapa waktu lalu.

Kemudian tak dipungkiri kalau kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu sangat berdampak kepada masyarakat.
Karena akibat kenaikan harga BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok juga ikut naik.

Terkait BBM jenis Pertalite yang dikeluhkan oleh masyarakat dirasa lebih boros usai kenaikan harganya dan dirasakan oleh pemilik motor dan mobil coba dijelaskan oleh ahli ITB.

Lantas apa penyebab BBM jenis pertalite dianggap lebih boros?

Begini penjelasan ahli ITB soal ramainya keluhan pemotor pakai Pertalite makin boros dan cepat habis.

Belakangan ini ramai di media sosial soal Pertalite yang lebih boros dan cepat habis setelah naik harga jadi Rp10.000 per liter.

Pihak Pertamina sendiri sudah membantah ada penurunan kualitas Pertalite .

Baca juga: Mulai 1 Oktober, Harga Pertamax Turun, Tapi Dexlite & Pertamina Dex Naik, Pertalite Bertahan

Baca juga: Akhirnya Pemerintah Menaikkan Harga BBM, Ini Daftar Tiap Harga, Mulai Pertalite Hingga Pertamax

Baca juga: Harga BBM Pertalite dan Solar Mulai Kamis Besok, 1 September 2022 Naik, Berikut Updatenya

Saat ini kualitas Pertalite yang dijual sama seperti yang sebelum naik harga.

Kabar Pertalite yang menjadi lebih boros dan cepat habis dijelaskan ahli ITB.

Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri membongkar beberapa dugaan penyebabnya.

"Tak sedikit kebiasaan pemilik kendaraan beli bensin berdasarkan nominal Rupiah, bukan literan," buka Pak Yus, sapaan akrabnya.

Secara tidak sadar, kenaikan harga Pertalite dengan pembelian nominal yang sama tentu mengurangi jumlah literan yang didapat.

Sebelumnya Pertalite dijual Rp 7.650/liter yang sekarang menjadi Rp 10.000/liter.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved