Kriminal

Modus Adopsi, Yayasan Ayah Sejuta Anak “Dagangan” Bayi

Anak itu antara mau diaborsi atau bunuh diri, atau mau dibuang biasanya," ungkap Suhendra di hadapan polisi saat konferensi pers di Mapolres Bogor,

Editor: Muliadi Gani
Pixabay
Ilustrasi bayi 

PROHABA.CO, BOGOR  - Suhendra (32), warga Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka kasus perdagangan bayi.

Lewat media sosial, Suhendra yang sehari-hari bekerja sebagai marketing properti ini, menawarkan adopsi bayi yang baru dilahirkan dengan membawa nama Yayasan Ayah Sejuta Anak.

Namun, tanpa sepengetahuan para ibu, bayi tersebut ternyata dijual dengan harga Rp 15 juta per bayi.

Saat diwawancarai, Suhendra mengeklaim bahwa dirinya telah membantu para ibu hamil yang sudah tidak punya pilihan untuk merawat bayi mereka.

Suhendra mengatakan, bayi yang dia jual merupakan bayi hasil dari hubungan di luar nikah dan ada juga bayi dari hasil pemerkosaan.

"Rata-rata yang datang ke saya itu yang udah enggak punya uang, enggak punya solusi.

Baca juga: Pekerja Proyek di Papua Barat Tewas Didor OTK

Baca juga: Adopsi Bayi Hubungan Gelap Polisi, Yulis jadi Tersangka

Anak itu antara mau diaborsi atau bunuh diri, atau mau dibuang biasanya," ungkap Suhendra di hadapan polisi saat konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (28/9).

Dia menyebut, rata-rata para ibu hamil itu yang tidak memiliki suami itu datang dari berbagai wilayah luar Bogor.

"Nanti mereka datang ke rumah saya untuk minta bantuan sampai lahir dan selesai lahiran anak itu saya taruh di panti.

Mereka bisa mantau terus sampai lulus SMA," ujar dia.

Suhendra menyebut dia hanya ingin bayi-bayi tersebut tidak dibuang ataupun diaborsi.

Namun, niat itu mengarah pada kejahatan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

Suhendra mencari keuntungan pribadi dengan menampung ibu hamil tanpa suami itu di panti atau di kantor Yayasan Ayah Sejuta Anak di rumahnya di Perumahan Grand Viona, Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

"Saya ini jualan properti daerah Ciseeng, saya agency.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved