Tahukah Anda

Dampak Menghirup Gas Air Mata, Bisa Batuk hingga Gagal Napas

Gas air mata adalah bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit, masalah pada mata, hingga gangguan pernapasan. Gas air mata biasanya digunakan

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Berikut fakta-fakta terkait tembakan gas air mata di Kerusuhan Stadion Kanjuruhan. 

PROHABA.CO - Gas air mata adalah bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit, masalah pada mata, hingga gangguan pernapasan.

Gas air mata biasanya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan.

Beberapa bahan kimia yang paling umum digunakan dalam gas air mata adalah chloroacetophenone (CN) yang merupakan polutan udara beracun, chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR).

Efek gas air mata pada kesehatan bukan hanya efek jangka pendek, tapi juga jangka panjang, bahkan ada bukti kecacatan permanen dalam beberapa kasus.

Lalu, apa yang terjadi saat seseorang terhirup gas air mata?

Baca juga: Ada Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan, Karim Rossi: Ini Stadion Sepak Bola, Bukan Zona Perang

Baca juga: Kronologi Tragedi Kanjuruhan Versi Polisi, Tembakan Gas Air Mata untuk Halau Suporter Kejar Pemain

Paparan gas air mata dapat menyebabkan dada sesak, batuk, rasa tercekik, mengi, dan sesak napas

Dampak paparan gas air mata akan lebih buruk jika terhirup oleh orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Orang dengan kondisi masalah pernapasan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit parah yang dapat menyebabkan gagal napas.

Bukan hanya itu, paparan gas air mata dalam dosis tinggi di area tertutup dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.

Dampak lain paparan gas air mata yang bisa terjadi adalah rasa terbakar pada mata, mulut, dan hidung; penglihatan kabur, dan kesulitan menelan.

Gas air mata juga dapat menyebabkan reaksi alergi hingga luka bakar kimia.

Baca juga: Panpel Arema FC Dihukum Seumur Hidup, Tidak Boleh Terlibat dalam Sepak Bola

Baca juga: Efek Gas Air Mata pada Penderita Asma, Bisa Berujung Gagal Napas

Apa yang harus dilakukan jika ada tembakan gas air mata?

Melansir laman CDC, saat gas air mata ditembakkan, segera tinggalkan area dan carilah udara segar untuk menghindari menghirup gas air mata. Udara segar sangat efektif mengurangi paparan gas air mata.

Jika gas air mata dilepaskan di luar ruangan, menjauhlah dari area di mana gas mata dilepaskan.

Hindari juga awan tebal dari uap gas air mata. Begitu pun jika pelepasan gas air mata dilakukan di dalam ruangan, segera cari jalan keluar dari gedung.

Bila Anda berada di dekat pelepasan gas air mata, temukan tempat berlindung di dalam gedung untuk menghindari terkena bahan kimia.

Jika Anda merasa telah terpapar gas air mata, Anda harus melepas pakaian, segera mencuci seluruh tubuh Anda dengan sabun dan air, dan mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

(Kompas.com)

Baca juga: Ghea Youbi Cerita Kekasihnya Pemain Arema FC Gian Zola Masih Syok Usai Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-26, XL Axiata Tebar Promo Serba 26

Baca juga: Lima Gangster Aniaya Seorang Remaja di Ciseeng, Para Pelaku Diancam 7 Tahun Penjara

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved