Selasa, 5 Mei 2026

Tahukah Anda

Warna dan Bau Urine Berubah, Bisa Jadi Ada Masalah Ginjal

Perubahan pada urine yang bisa dilihat adalah warna maupun baunya ketika kita buang air kecil di toilet. Nah, apabila menemukan sejumlah tanda berikut

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi air kencing, air seni, urine. Warna dan Bau Urine Berubah, Bisa Jadi Ada Masalah Ginjal 

PROHABA.CO - Kita bisa mengetahui kondisi kesehatan dengan melihat perubahan pada air seni atau urine.

Ya, urine yang terdiri dari 95 persen air murni dan 5 persen senyawa lain dapat memberi informasi sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh.

Pasalnya, urine merupakan limbah dan kelebihan air yang dikeluarkan setelah tubuh memproses asupan cairan.

Perubahan pada urine yang bisa dilihat adalah warna maupun baunya ketika kita buang air kecil di toilet.

Nah, apabila menemukan sejumlah tanda berikut ini, maka sebaiknya waspada karena mungkin ada masalah kesehatan yang mengintai Anda.

Baca juga: Mengapa Pelangi Memiliki 7 Warna?

1. Beraroma manis atau buah

Jika mendapati urine berbau manis atau buah, tanda ini sebaiknya tidak dianggap remeh.

Karena ahli urologi, Katherine Klos, menyebut aroma urine yang demikian sebagai tanda seseorang terkena diabetes.

"Diabetes adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu memindahkan gula ke dalam sel," jelasnya.

"Dengan demikian, kelebihan gula tetap berada di aliran darah," sambung Klos.

Ia menerangkan bahwa sumber aroma manis atau buah pada urine berasal dari kelebihan gula.

Kandungan tersebut lantas masuk ke dalam air seni dan menyebabkan peningkatan volume bersama dengan aroma manis yang khas.

Di sisi lain, tanda apabila kita terkena diabetes adalah intensnya buang air kecil di kamar mandi.

Baca juga: Perubahan Iklim Sebabkan Warna Danau Ikut Berubah

2. Berbau amonia

Aroma urine yang patut diwaspadai lainnya adalah amonia.

Karena bau ini menandakan kandungan limbah yang tinggi.

"Jika urine menjadi sangat pekat, produk limbah tingkat tinggi dengan sedikit air, mungkin memiliki bau amonia yang kuat."

Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Penasihat Kesehatan Love Wellness, Jodie Horton.

Di sisi lain Horton menambahkan bahwa urine yang berbau amonia mengindikasikan penyakit hati.

3. Berbau seperti telur busuk

Tidak ada yang menyukai telur bau busuk, demikian pula ketika mencium aroma urine yang demikian.

Menurut Klos, bau urine seperti telur busuk disebabkan oleh bakteri E. Coli karena produksi hidrogen sulfidanya.

Sementara itu, Horton menyampaikan bahwa aroma busuk seperti itu juga disebabkan oleh antibiotik tertentu yang mengandung sulfa.

Jadi, konsumsi antibiotik tertentu bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya.

Baca juga: Tak Hanya Makanan, Dokter Sebut Obat-obatan juga Bisa Sebabkan Gigi Berubah Warna

4. Berwarna merah

Urine yang berwarna putih, kuning cerah, atau kuning pekat mungkin sudah pernah dijumpai sebagian besar orang.

Namun, kalau urine berubah warnanya menjadi merah, apa tandanya?

Saat urine berwarna merah padahal tidak sedang menstruasi, mungkin penyebabnya adalah bit, blackberry, atau sayuran rhubarb.

Apabila buah dan sayuran itu tidak dikonsumsi, sebaiknya kita waspada karena urine berwarna merah bisa menandakan batu ginjal.

"Merah mungkin menunjukkan bahwa ada darah dalam urine Anda," ujar Horton.

5. Berwarna biru atau hijau

Urine dengan warna biru dan hijau mungkin menandakan pewarna dari makanan yang telah dikonsumsi.

Namun, warna tersebut sebaiknya tidak diremehkan jika tidak mengonsumsi makanan dengan pewarna.

Karena urine berwarna biru atau hijau bisa mengindikasikan semacam infeksi bakteri.

Baca juga: Arab Saudi Sita Mainan Anak Warna Pelangi, yang Disebut Promosi LGBT

6. Berwarna jingga

Warna jingga pada urine bisa disebabkan oleh dehidrasi yang biasanya dapat diatasi dengan meminum segelas air.

Namun, jika tinja berwarna cokelat muda selain urine berwarna jingga, kedua tanda ini menjadi sinyal masalah pada saluran empedu.

Penyebab lain

Perlu diketahui bahwa tidak semua urine yang berbau kurang sedap menjadi indikasi adanya masalah kesehatan karena asupan makanan tertentu bisa mengubah warna dan penampilan pada urine.

"Asparagus misalnya yang mengandung asam yang menyebabkan bau seperti belerang yang kuat di urine.

" Hal tersebut dijelaskan ahli uroginekologi asal Cheeky Bonsai, Emily Von Bargen.

Selain itu, perubahan aroma pada urine mungkin berasal dari ikan, durian, bawang bombay, bawang putih, kubis Brussel, kopi, dan makanan mengandung kari.

Apabila sumbernya datang dari makanan, bau busuk pada urine akan hilang dalam 1-2 hari.

Di sisi lain, kebiasaan sehari-hari menjadi penyebab tambahan yang memengaruhi warna dan bau urine.

Misalnya, cara menghidrasi tubuh, pola makan, suplemen atau vitamin, produk kebersihan, atau menahan buang air kecil terlalu lama.

(Kompas.com)

Baca juga: Aceh Punya Banyak Danau, Tapi Hanya Satu yang Miliki Ikan Endemik

Baca juga: Efek Perubahan Iklim, Satwa Liar Jepang Lebih Ganas Serang Warga

Baca juga: Penyakit akibat Perubahan Iklim Bisa Rugikan Indonesia Rp 301 T

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved