Selasa, 2 Juni 2026

Pencegahan Stunting

Mengenal Stunting Sejak Dini dan Bagaimana Mencegahnya

Anak stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang.

Tayang:
Editor: Teguh Patria
FOR SERAMBINEWS.COM
dr Sulasmi MSHM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh. 

PROHABA.CO, BANDA ACEH -Anak stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang.

Demikian penjelasan dr Sulasmi, MSHM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh.

"Tandanya panjang anak atau tinggi badannya itu berada di bawah standar. Kalau dibilang stunting itu pendek, yang pendek itu stunting," ujar Sulasmi, Jumat (4/11/2022).

dr Sulasmi, MSHM, menjelaskan, kasus stunting terjadi karena sewaktu hamil sang ibu kekurangan asupan gizi.

Sehingga anak yang dilahirkannya juga tidak memiliki gizi yang cukup dan mengalami stunting.

"Berbicara stunting bukan hanya soal tinggi dan panjang badan sang anak, akan tetapi juga otaknya atau kognitifnya diperlu diperhatikan secara baik", ujarnya.

dr Sulasmi menambahkan, stunting pada anak bisa dicegah dengan memperbaiki asupan gizi yang bagus.

"Ada dua pencegahan yang perlu dilakukan yaitu intervensi sensitif dan spesifik", kata dr Sulasmi.

Menurutnya, intervensi spesifik itu khusus dilakukan oleh pihak kesehatan sedangkan yang sensitif itu dilakukan pihak di luar kesehatan.

"Intervensi spesifik kita mulai dari remaja putri di tingkat SMP dan SMA. Mereka dikasih tablet tambah darah atau Fe. Seperti kemarin ada aksi bergizi, semua remaja putri  SMP, SMA, madrasah, hingga dayah, semua minum. Kalau intervensi sensitif itu dilakukan oleh Dinas Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Pendidikan di PAUD-nya kemudian juga PUPR untuk sanitasinya," jelasnya.

Pemberian tablet Fe kepada remaja putri karena mereka adalah calon-calon ibu di masa mendatang. Mereka ini tidak boleh pucat, lelah, lesu, dan loyo.

Sehingga kelak mereka menjadi calon ibu yang bersih dari anemia dan saat melahirkan anaknya tidak stunting.

"Kemudian pada saat hamil nanti, sang ibu hamil harus periksa kehamilan. Kalau dulu empat kali dalam sembilan bulan, sekarang enam kali selama kehamilan," ujarnya.

Di mana sang ibu tersebut diwajibkan dua kali melakukan pemeriksaan ke dokter, dua kali dia harus pake USG, sehingga dia akan tahu apakah letak lintang, letak sungsang, apakah anaknya cacat bisa diketahui melalui USG.

Sulasmi menyebutkan, tablet tambah darah tersebut juga diberikan kepada ibu hamil.

Jika pada remaja putri wajib minum satu kali satu tablet seminggu, untuk ibu hamil minumnya satu kali satu tablet setiap hari selama 90 hari minimal.

"Lebih boleh, kurang jangan. Jadi yang remaja seminggu sekali satu tablet sepanjang tahun 52 tablet. Semua itu untuk mencegah anak-anak yang stunting," ujar dr Sulasmi, MSHM. (*)

Artikel ini kerjasama antara Prohaba.co dan Dinas Kesehatan Aceh

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved