Penghinaan Agama

Youtubers Asal Sunggal Rudi Simamora Diringkus Polisi, Buat Konten Ingin Kuliti Tuhan

Videonya viral ingin 'kuliti tuhan' Youtubers Rudi Simamora (34) pria warga Jalan Orde Baru, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara

Editor: Misran Asri
Tangkap layar Youtube Tribun Medan
Youtubers Rudi Simamora (34) pria warga Jalan Orde Baru, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara diringkus aparat kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. 

Videonya viral ingin 'kuliti tuhan' Youtubers Rudi Simamora (34) pria warga Jalan Orde Baru, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara diringkus aparat kepolisian

PROHABA.CO, MEDAN - Videonya viral ingin 'kuliti tuhan' Youtubers Rudi Simamora (34) pria warga Jalan Orde Baru, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara diringkus aparat kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka.

Pelaku dibidik Pasal 28 Undang-Undang ITE atau Pasal 156 KUHP.

Rudi Simamora diketahui bekerja sebagai pengusaha papan bunga dan sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah membuat kontens, melakukan penistaan agama.

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda, mengungkapkan atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 28 undang-Undang ITE atau Pasal 156 KUHP.

"Perkara ini sudah kita gelar dan pelaku kita nyatakan sebagai tersangka, saat ini pelaku sudah kita tahan dan dalam proses penyidikan lebih lanjut," kata Valentino kepada Tribun-medan, Minggu (13/11/2022).

Ia mengungkapkan, pihaknya akan menangani kasus tersebut secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga: Roy Suryo Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama

Baca juga: RUU Sisdiknas Kasih Tempat Pengakuan Pendidikan Basis Agama

Baca juga: YouTuber Dikejar dan Dirampok Monyet di Afsel

"Untuk proses penanganan tersangka ini akan kita tangani secara propesional, sampai dengan proses peradilan," sebutnya.

Valentino menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa pelaku melakukan penistaan salah satu agama yang ada di Indonesia.

"Setelah ada informasi tanggal 5 November 2022, kita langsung mengambil langkah-langkah dan mengamankan pelaku pada hari Minggu, satu hari setelah menerima laporan," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang kondisi kejiwaan dari pelaku dan apakah ada pelaku lainnya yang terlibat.

"Ke depannya, kita akan melakukan penyelidikan memeriksa saksi-saksi, selanjutnya dari ahli dan langkah-langkah selanjutnya untuk melengkapi berkas perkara," bebernya.

Sebelumnya, aksi penistaan agama tersebut terungkap setelah video pelaku beredar luas di akun YouTube miliknya.

Dari rekaman video yang dilihat oleh tribun-medan, pelaku sempat mempertanyakan tentang sejarah keyakinan umat Islam.

Baca juga: Bocah Sembilan Tahun Jadi YouTuber Terkaya Sedunia, Kantongi Rp 426 Miliar Setahun

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved