Berita Langsa

Kejari Musnahkan Barang Bukti, Nakotika Mendominasi Perkara, Sabu 594,95 Gram

Hal tersebut disampaikan Viva pada acara pemusnahan barang bukti (BB) narkotika jenis ganja dan sabu-sabu dengan cara dibakar dan diblender ...

Editor: Muliadi Gani
For Serambinews.com
Kajari Langsa Viva Hari Rustaman, SH, bersama Forkopimda Kota Langsa membakar barang bukti ganja di halaman Kejari setempat. 

PROHABA.CO, LANGSA - Kepala Kejakasaan Negeri (Kajari) Langsa, Viva Hari Rustaman SH, mengatakan, narkotika masih menjadi perkara yang mendominasi di wilayah hukum  Kejari Langsa pada medio Desember 2021 hingga November 2022 ini.

Hal tersebut disampaikan Viva pada acara pemusnahan barang bukti (BB) narkotika jenis ganja dan sabu-sabu dengan cara dibakar dan diblender di halaman kantor Kejari setempat.

Ikut dalam proses pemusnahan itu Penjabat (Pj) Wali Kota Langsa, Ir Said Mahdum Majid, Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro MH, Ketua DPRK Maimul Mahdi SSos, Ketua Granat Kota Langsa Islamsyah MTA, perwakilan BNN, Kodim 0104/Atim, dan anggota Forkopimda lainnya.

Kajari memaparkan, untuk menghadapi masalah narkotika diperlukan sinergisitas dan kerja sungguh-sungguh antarseluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat.

Baca juga: Narkoba Diblender dan Dibuang ke Selokan, Pemusnahan BB dari 88 Perkara

Soalnya, pelaku narkotika menjadikan generasi muda saat ini sebagai target pasar mereka untuk mengedarkan sabu-sabu dan narkotika jenis lainnya.

Menurut Viva, narkotika sudah menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya di Kota Langsa.

Bahkan narkotika sudah masuk dalam ‘extraordinary crime’ mengingat dampaknya yang sangat luas dan tidak biasa.

Maka, seluruh elemen serta masyarakat harus berkomitmen, berpartisipasi, dan bersinergi mencegah dan memberantas peredaran narkoba, khususnya di Kota Langsa.

Di samping itu, Kajari juga mengharapkan kepada Forkopimda dan masyarakat agar dapat memberikan saran dan kritik yang dapat membangun kemajuan Kota Langsa.

Baca juga: Kapolres Aceh Besar Pimpin Pemusnahan 4 Hektare Ladang Ganja di Kuta Cot Glie

Ia mengatakan, hal itu untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan memperoleh informasi secara tepat dan terbuka ataupun transparan.

Dikatakan Vira Hari Rustaman, tujuan pemusnahan barang bukti tersebut adalah sebagai bagian dari kehati-hatian dalam menjaga dan menyimpan barang bukti.

Juga untuk menghindari adanya penyalahgunaan barang bukti hilang ataupun rusak dan agar tidak hilang dari tempat penyimpanan.

Pemusnahan narkotika tersebut juga supaya barang haram tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dia jelaskan, perkara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah) dari pengadilan yang putusannya dirampas untuk dimusnahkan.

Baca juga: Pengedar Narkoba Asal Aceh Ditangkap di Inhu, Ini Barang Bukti Yang Disita Polisi

Totalnya, 123 perkara sejak Desember 2021 hingga November 2022.

Dirincikan, narkotika jenis sabu-sabu yang dimusnahkan berasal dari 80 perkara dengan berat keseluruhan 594,95 gram.

Berikutnya, narkotika jenis ganja sebanyak 12 perkara, dengan berat keseluruhan 35.475.838 gram.

Sedangkan untuk perkara tindak pidana umum lainnya 31 perkara dengan barang bukti yang dimusnahkan berupa handphone dan baju. (zb)

Baca juga: Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Galus, Simpan Barang Bukti di Kolong Tempat Tidur

Baca juga: Idap Hipertiroid, Berat Badan Indra Bruggman Turun 12 Kg

Baca juga: BPOM Resmi Terbitkan Izin Edar Vaksin Indovac, Kemenkes Jelaskan Tata Cara Penggunaanya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved