Kriminal

Gara-gara Lamban Saat Disuruh, Seorang Ibu Aniaya Anak hingga Tewas

Polisi mengaku sudah menyita banyak barang bukti yang digunakan pelaku untuk memukul putrinya yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar ...

Editor: Muliadi Gani
(KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL)
U (kanan) ibu yang menganiaya putrinya sampai meninggal dunia ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

PROHABA.CO, SURABAYA - AP, bocah 6 tahun di Bulak Banteng, Surabaya, tewas setelah disiksa ibunya, U.

Apa yang membuat si ibu tega menyiksa buah hatinya sendiri hingga tewas.

"Alasannya terus disuruh dan ketika lambat atau salah sedikit di rumah, lalu dipukul," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Ryzki Wicaksana kepada detikJatim, Rabu (23/11/2022).

Arief mengatakan pukulan itu meninggalkan luka lebam di tubuh AP.

Arif menyebut banyak luka di sekujur tubuh AP.

U (32), seorang ibu di Surabaya ditetapkan sebagai tersangka karena menganiaya putrinya sendiri hingga meninggal dunia.

Polisi mengaku sudah menyita banyak barang bukti yang digunakan pelaku untuk memukul putrinya yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar.

Mulai dari gagang sapu, sendal, hingga gitar ukuran kecil atau kentrung.

Baca juga: Seorang Ibu Muda di Muara Enim Aniaya Anaknya hingga Meninggal

"Kami sudah sita semua barang bukti, termasuk yang digunakan untuk memukul seperti gagang sapu, sendal, hingga gitar kentrung," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Rizky Wicaksana kepada wartawan, Kamis (24/11).

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, tersangka memukul korban karena kesal kepada korban.

"Tersangka kesal karena setiap kali disuruh selalu lamban dan tidak sesuai dengan kemauan tersangka," jelasnya.

Korban mengalami luka hampir di sekujur tubuh seperti di lengan, belakang kepala, kaki, dan dahi.

"Ada luka yang paling parah yakni di belakang kepala," jelasnya.

Aksi penganiayaan tersebut tidak sekali dua kali dialami korban.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved