Senin, 13 April 2026

Luar Negeri

Presiden Ukraina Tuduh Rusia Lanjutkan Serangan Drone

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia akan terus melanjutkan serangan drone atau pesawat tak berawak tanpa henti ke wilayahnya.

Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty
Google
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy 

PROHABA.CO -- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia akan terus melanjutkan serangan drone atau pesawat tak berawak tanpa henti ke wilayahnya.

Dia mengatakan Rusia sedang bersiap meningkatkan kampanye serangannya di Ukraina dengan drone kamikaze dari Iran.

“Kami mendapat informasi, Rusia sedang merencanakan serangan berkepanjangan oleh drone Shaheds buatan Iran,” katanya.

Dia mengatakan tujuannya untuk mematahkan perlawanan Ukraina dengan melelahkan rakyat, pertahanan udara dan energi lebih dari 10 bulan setelah invasi, seperti dilansir The Independent, Rabu (04/01/2023).

Zelenskyy menegaskan telah menembak jatuh puluhan drone yang dikirim untuk menyerang Kiev dan wilayah tengah Ukraina.

Sementara itu Angkatan udara Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 500 drone buatan Iran yang digunakan dalam serangan Rusia sejak September 2022.

Yuriy Ignat, juru bicara angkatan udara, mengatakan 84 drone ditembak jatuh pada Malam dan Hari Tahun Baru 20223

Dia mengklaim setiap drone yang dikirim oleh Rusia pada periode ini jatuh dari langit sebelum mencapai targetnya.

Komentar Ignat mengikuti peringatan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rusia sedang bersiap meningkatkan serangannya dengan drone Shahed-136 Iran.

Menurut pihak berwenang telah digunakan dalam serangan berat pada infrastruktur Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Iran membantah memasok drone ke Rusia untuk invasi Ukraina, dan Rusia membantah membelinya.

Selan itu, pekerjaan pembersihan telah dimulai di lokasi serangan yang menewaskan sedikitnya 63 tentara Rusia pada Malam Tahun Baru.

Anggota Layanan Darurat Negara Ukraina hadir saat derek memindahkan puing-puing setelah rudal menghantam barak yang didirikan oleh Rusia di sebuah perguruan tinggi kejuruan di Makiivka, wilayah Donetsk.

Sedangkan warga berkumpul di Glory Square, Samara setelah gubernur regional mengatakan beberapa dari 63 tentara yang diakui Kremlin dalam serangan Ukraina merupakan penduduk lokal kota Rusia baratdaya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved